Marinir Amankan 12 Pulau Terluar
Kamis, 02 Mar 2006 17:18 WIB
Jakarta - Setelah heboh Pulau Bidadari, pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain akan dijaga TNI AL. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Slamet Soebijanto memerintahkan marinir mengamankan 12 pulau terluar."Kita sudah diperintah KSAL untuk (mengamankan) 12 pulau," kata Komandan Korps Marinir (Dankomar) Mayjen TNI Safzen Noerdin di Markas Korps Marinir, Jalan Prapatan, Kwitang, Jakarta, Kamis (2/3/2006).Keduabelas pulau yang akan diamankan marinir yakni Pulau Rondo yang berbatasan dengan India, Pulau Berhala (Malaysia), Pulau Sekatung (Vietnam), Pulau Marore, Marampit, dan Miangat (Filipina), Pulau Dana (Australia), Pulau Batek (Timor Leste), serta Pulau Fani, Pulau Fanildo, dan Pulau Brah yang berada di atas kepala burung Pulau Irian."Konsentrasi kita adalah pada pulau-pulau yang berbatasan dengan negara lain," kata Safzen.Setiap pulau akan diamankan oleh satu pleton marinir. Pengamanan akan dilakukan secara bertahap. Sekarang ini baru 6 pulau yang telah diamankan."Beberapa pulau lagi masih diteliti apakah benar-benar kosong atau ada penghuninya. Kalau sudah ada, kita tak perlu ramai-ramai (mengamankan)," jelas Safzen.Safzen membantah pengamanan itu baru dilakukan setelah heboh terjualnya Pulau Bidadari. Menurutnya, rencana pengamanan pulau-pulau itu telah ada sejak Maret 2005.Selain marinir, pengamanan pulau terluar juga dilakukan TNI AD. Menurut Safzen, TNI AD bertanggung jawab terhadap pengamanan 26 pulau."Kita kan fungsinya sama, seluruh TNI kan membantu negara bagaimana pulau-pulau tadi bisa kita tutupi agar tak terjadi lagi ada yang masuk. Yang penting secara de facto kita ada di pulau itu," katanya.
(iy/)











































