ADVERTISEMENT

Perjalanan Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ182 Hingga Akhirnya Ditemukan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 11:16 WIB
Komponen CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Casing CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit dalam black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 akhirnya ditemukan. CVR itu ditemukan setelah lebih dari 2 bulan pencarian.

CVR itu sebelumnya terus diupayakan untuk ditemukan. Sebab, tanpa CVR, investigasi penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu tidak akan tuntas.

Berikut ini perjalanan pencarian CVR Sriwijaya Air SJ182:

1. FDR Ditemukan

Pada 12 Januari 2021, 2 hari setelah pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh, black box atau kotak hitam ditemukan. Namun, hanya flight data recorder (FDR) atau perekam data penerbangan yang ditemukan.

Black box memiliki 2 komponen. Komponen pertama adalah FDR. Komponen kedua adalah CVR.

FDR terdiri dari 3 bagian, yakni kotak yang menghubungkan black box dengan instrumen yang akan direkam, kotak tempat alat untuk merekam berada, seperti kaset, CD, atau chip memori. Kemudian, underwater locator beacon (ULB) yang bisa dilacak sinyalnya apabila pesawat jatuh ke dalam air.

Sama seperti FDR, CVR juga memiliki 3 bagian. Bagian pertama dari CVR adalah kotak yang menghubungkan black box dengan instrumen yang akan direkam. Kedua adalah kotak tempat alat untuk merekam berada seperti kaset, CD, atau chip memori. Ketiga adalah ULB.

2. Underwater Locator Beacon (ULB) CVR Ditemukan

Saat menemukan FDR, tim pencarian mendapati sinyal yang dipancarkan dari 2 ULB. Satu merupakan ULB dari FDR, sinyal kedua dari ULB CVR.

Namun, sayangnya, hanya ULB dari CVR yang ditemukan. ULB tersebut terpisah dari komponen CVR lainnya.

3. CVR Dicari Tanpa Bantuan ULB

ULB memiliki peran penting dalam pelacakan CVR black box Sriwijaya Air SJ182. Sebab, ULB inilah yang memancarkan sinyal apabila pesawat jatuh ke dalam air. Sinyal ini mampu bekerja di kedalaman 6.000 meter selama tiga bulan.

Dalam kasus Sriwijaya Air SJ182, ULB terpisah dari bagian lainnya CVR. Karena itu, CVR pun harus dicari secara manual tanpa bantuan ULB.

4. Robot Bawah Laut Dikerahkan

Setelah FDR ditemukan, CVR pun menjadi fokus pencarian. Lantaran harus dicari tanpa bantuan ULB, robot bawah laut atau ROV (remotely operated vehicle) pun dikerahkan.

ROV merupakan robot yang digerakkan untuk mengontrol operasi di bawah laut. ROV dilengkapi kamera video untuk menampilkan kondisi di titik pencarian.

Selain itu, tim Kapal Baruna Jaya IV menurunkan transduser USBL Kapal Riset Baruna Jaya IV. USBL ini diharapkan dapat mendeteksi sinyal CVR black box Sriwijaya Air SJ182.

5. Target Awal Ditemukan dalam 8 Hari

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bicara target untuk pencarian CVR. BPPT mulanya menargetkan pencarian CVR dengan Kapal Riset Baruna Jaya IV selama 8 hari, terhitung sejak 10 Januari.

"Kami ada target selesai mungkin 8 hari karena memang dalam operasi saat ini kita ditentukan kurang-lebih 8 hari semenjak tanggal 10. Jadi mudah-mudahan sebelum tanggal 17 (Januari) mungkin sudah ditemukan insyaallah," kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Djoko Nugroho kepada wartawan di atas Kapal Riset Burano Jaya IV, Rabu (13/1/2021).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga ''10 Februari KNKT Masih Cari CVR Sriwijaya Air SJ182':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT