Viral Petugas Damkar di Kutim Dihadang-Didorong Warga, Begini Faktanya

Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 18:25 WIB
Video sejumlah warga di Kutai Timur, Kaltim, terlibat saling dorong dengan petugas damkar viral di medsos. (dok Polres Kutim)
Foto: Video sejumlah warga di Kutai Timur, Kaltim, terlibat saling dorong dengan petugas damkar viral di medsos. (dok Polres Kutim)
Kutai Timur -

Video sejumlah orang terlibat saling dorong dengan petugas pemadam kebakaran (damkar) viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, terlihat truk damkar juga tak bisa melintas.

Dilihat detikcom, Selasa (30/3/2021), dalam video pendek tersebut terlihat sejumlah warga seperti menghadang petugas damkar. Bahkan ada warga yang terlihat mendorong petugas damkar hingga hampir terjatuh.

Video itu disebut terjadi di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Polisi mengungkap fakta peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf mengatakan insiden gesekan warga dengan petugas damkar terjadi saat ada kebakaran di Jalan Kutai Indah, Desa Sangata Utara, Kecamatan Sangata Utara, Kutim, siang tadi sekitar pukul 13.00 Wita. Dia mengatakan gesekan warga dengan petugas damkar tersebut dipicu salah paham.

"(Insiden dipicu) Salah paham, miskomunikasi. Tujuannya sama-sama ingin memadamkan api, cuma warga panik. Saat mobil belum berhenti mereka berupaya mengambil selang dari mobil damkar," kata AKP Rauf saat dimintai konfirmasi.

Warga berupaya mengambil selang dari mobil damkar karena menganggap bisa memadamkan sendiri. Warga merasa pemadaman segera harus dilakukan.

"Ketika kita tanyakan saksi, kenapa ada masyarakat melakukan dorong-dorong atau dugaan pemukulan terhadap pemadam, karena mobil damkar mau masuk ke gang, sekelompok warga langsung mengambil selang dari mobil itu. Petugas mencoba melarang, menyampaikan bahwa cukup kami yang menariknya, karena teknisnya mereka (damkar) yang paham," jelasnya.

Namun dia mengatakan gesekan tersebut sudah terselesaikan. "Sampai saat ini tidak ada keberatan, belum ada laporan juga ke polsek atau polres terkait dugaan intimidasi," ucapnya.

Dia menjelaskan pada peristiwa tersebut ada 3 unit rumah yang terbakar, terdiri dari dua barakan (kontrakan) dan 1 unit rumah. Penyebab kebakaran ini masih didalami.

"Sampai saat ini kerugian materiel sekitar Rp 700 juta. Korban luka dan meninggal tidak ada. Sampai saat ini masih kita dalami penyebab kebakaran dengan pemeriksaan saksi. Kita berupaya melokalisir TKP. Karena ini awal mulanya, salah satu rumah terlihat asap dan api tapi penghuni tak ada di kontrakan itu," ucapnya.

Simak juga 'Jari Petugas Damkar Nyaris Putus Gegara Digigit Biawak':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/tor)