Korban Flu Burung Berjatuhan, Tim Medis Jateng Diminta Lebih Waspada

Korban Flu Burung Berjatuhan, Tim Medis Jateng Diminta Lebih Waspada

- detikNews
Kamis, 02 Mar 2006 15:41 WIB
Jakarta - Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng), 6 warga Jateng dinyatakan suspect terjangkit flu burung. Dua orang di antaranya meninggal dunia. Karenanya, Dinkes minta tim medis jalankan protap (prosedur tetap) agar penyakit itu tak menelan korban lagi.Kepala Dinkes Jateng Budihardja mengatakan, hingga kini penyakit flu burung masih tetap misterius. Belum ada penelitian yang menjelaskan pola persebaran dan cara penanggulangannya. Yang bisa dilakukan hanya meningkatkan kewaspadaan."Untuk itu, tim medis harus menjalankan protap sebagai langkah antisipasi kian merebaknya penyakit ini. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya," kata Budi di RS Kariadi Semarang, Jl. DR Sutomo, Kamis (2/3/2006).Protap yang dimaksud Budi adalah pengawasan terhadap unggas yang mati mendadak, observasi penyakit sedini mungkin, dan menghindari kesalahan dalam menangani korban meninggal yang diduga terjangkit flu burung.Mengenai unggas yang mati mendadak, Budi menjelaskan, masyarakat diminta langsung melaporkan kejadian tersebut. Jika penyebabnya adalah virus AI, maka dalam radius 1 KM, semua unggas harus dimusnahkan. "Itu nanti Dinas Pertanian yang menangani," katanya.Observasi penyakit sedini mungkin pada manusia sangat penting untuk mencegah jangan sampai penderita gagal napas. Tim medis yang menemukan gejala sesak napas, demam tinggi, dan kesadaran menurun harus segera merujuk penderita ke RS."Lalu, ketika menangani orang yang mati karena diduga flu burung, tim medis dan masyarakat diminta tidak membuka peti atau pembungkus jenazah. Kalau cuma bersentuhan ketika dimandikan, itu tidak apa-apa," paparnya.Satu Orang PositifBudi menegaskan, satu-satunya orang yang sudah positif terjangkit flu adalah warga Magelang, Darmanto (35). Hal itu sudah dibuktikan dengan adanya laporan penelitian laboratorium WHO di Hong Kong. Darmanto meninggal akhir tahun 2005.Sedangkan, adik kakak asal Boyolali, Hanif Cahya Putri (12) dan Nandya Kurniawan (10), Wahyu Kurniawan (3,9) asal Banjaran Cengklik, Suruh, Kab Semarang, Darwanto (27) asal Kemasan, Polanrharjo, Klaten, dan Totok warga Tidar, Magelang, belum terbukti terjangkit flu burung."Kelima penderita ini masih suspect. Hasil uji specimen darah mereka masih di Hong Kong. Jadi kami minta masyarakat jangan panik dan mengucilkan keluarga para penderita. Hingga kini, virus H5NI hanya menular dari unggas ke manusia," demikian Budihardja yang didampingi sejumlah ahli medis RS Kariadi ini. (asy/)


Berita Terkait