Uji Coba Tahap II Flyover Tapal Kuda Jaksel 1-6 April 2021

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 15:44 WIB
Atap rumah warga di sekitar Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung sedang ramai diperbincangkan. Lalu, kapan diresmikannya? Padahal targetnya akhir tahun 2020 lalu lho.
Flyover Lenteng Agung (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan uji coba tahap II flyover Tapal Kuda di Tanjung Barat dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada awal April mendatang. Uji coba dijadwalkan enam hari.

"Selama enam hari itu nanti pergerakannya kayak apa. Kalau misalkan ada kekurangan, kita tutup, kita evaluasi lagi. Abis itu, kita buka secara resmi," kata Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho saat dihubungi, Selasa (3/3/2021).

Uji coba akan dimulai 1 April sampai 6 April. Hari menyampaikan uji coba kali ini untuk melengkapi hasil evaluasi uji coba tahap I. Berdasarkan evaluasi, sejumlah fasilitas penunjang perlu ditambahkan.

"Lumayan banyak, kayak penambahan marka jalan, kemudian penambahan lampu flip flop yang kedip kuning itu, kemudian penambahan traffic light, kemudian tambah frontage itu jalan samping flyover itu, kemudian penambahan jalur sepeda, kemudian penambah pengaman flyover supaya ada pengaman di tikungan flyover itu," jelasnya.

Selama diuji coba, pihaknya akan mengamati pergerakan kendaraan dan kembali melakukan evaluasi.

"Setelah itu selesai dikerjakan kita buka selama 6 hari, nanti apa lagi pergerakannya karena flyover itu kan berkaitan dengan risiko tinggi dan kenyamanan keamanan," sambungnya.

Selain itu, Pemprov DKI turut membuka jalur sepeda serta jembatan penyeberangan orang (JPO) Tanjung Barat. Uji coba tahap II berjalan pada pukul 06.00-22.00 WIB.

"JPO sudah bisa diuji coba. Yang Tanjung Barat ya, kalau (JPO) Lenteng Agung belum. Karena Lenteng Agung kemarin terkendala masalah pembebasan lahan kemarin belum selesai. Tapi sekarang sudah clear, tinggal bikin konstruksinya," ucapnya.

Hari mengatakan pesepeda yang masuk ke flyover dilarang berhenti untuk berfoto-foto. Dia menegaskan jalur di flyover hanya untuk melintas.

"Nggak boleh (berhenti), kan ada larangannya. Tidak boleh berhenti di atas flyover, yang boleh hanya melintas. Flyover itu sepanjang ketinggian tidak lebih dari 10 meter itu masih aman. Ketinggian flyover kan nggak sampai 10 meter. Kalau yang flyover yang tingginya lebih dari 10 meter dalam peraturan Kementerian PUPR ada. Makanya dengan kita lihat ketinggian nggak lebih dari itu ya akhirnya kita bikin jalur sepeda," tuturnya.

(idn/idn)