Sidang Tanggapan Eksepsi HRS

Habib Rizieq Bawa-bawa Kerumunan Jokowi, Jaksa Anggap Cuma Giring Opini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 14:50 WIB
Habib Rizieq Shihab mendatangi Bareskrim Polri. Imam Besar FPI ini menjadi saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Foto Habib Rizieq: Agung Pambudhy
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab dalam nota keberatan atau eksepsinya membandingkan kasus kerumunannya dengan beberapa peristiwa kegiatan pejabat selama masa pandemi COVID-19. Jaksa menilai eksepsi Habib Rizieq itu hanya sebatas untuk penggiringan opini.

Jaksa mulanya membeberkan eksepsi Habib Rizieq yang menyebut jaksa penuntut umum telah melakukan perlakuan diskriminatif. Jaksa juga membeberkan poin-poin keberatan Habib Rizieq dan pengacara.

"Terdakwa menyatakan dakwaan penuntut umum penuh dengan fitnah, dan tuduhan keji terhadap terdakwa, serta adanya perlakuan diskriminatif terhadap penindakan pelanggaran protokol kesehatan yaitu, pertama kerumunan anak dan menantu Jokowi pada saat Pilkada 2020 di Solo dan di Medan, kedua kerumunan anggota Wantimpres di Pekalongan, ketiga kerumunan sahabat Jokowi yaitu Ahok si narapidana penista Al-Qur'an bersama artis Raffi Ahmad gelar kerumunan usai menghadiri pesta mewah Ultah pengusaha dan pembalap Sean Gelael pada tanggal 13 Januari 2021," papar jaksa dalam sidang di PN Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

"Kerumunan acara kongres luar biasa atau KLB PD di Deli Serdang, Sumut pada 5 Maret 2021, dan kerumunan pada tanggal 23 Februari 2021 saat Presiden Jokowi berkunjung di Maumere NTT," tambah jaksa.

Menurut jaksa, Habib Rizieq berusaha menggiring opini dengan cara membandingkan kasusnya dengan sejumlah orang itu. Jaksa mengatakan eksepsi itu berlebihan dan mengada-ada.

"Bahwa alasan yang dikemukakan terdakwa tersebut di atas kami anggap hanya penggiringan sebuah opini yang mengada-ada, berlebihan, dan tidak berdasar karena telah mengaitkan segala sesuatu yang jelas-jelas menjadi domain kewenangan penuntut umum. Lalu kemudian digunakan untuk menyudutkan posisi penuntut umum sebagai pihak yang seolah-olah harus turut bersalah, dan seolah bertanggung jawab atas terjadinya asumsi-asumsi tindakan diskriminatif dalam proses penegakan hukum sebagaimana yang dicontohkan terdakwa," tegas jaksa.

Simak Video: Jaksa Bantah Rizieq soal Operasi Intelijen: Tuduhan Sembarangan

[Gambas:Video 20detik]