Kilang Pertamina Terbakar, PAN: Lakukan Penyelidikan Utuh, Tak Bisa Dianggap Sepele

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 07:31 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo memberikan pemaparan mengenai pembukaan pendaftaraan bakal calon legislatif.
Eko Patrio (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

PAN meminta penyelidikan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan dilakukan secara utuh. PAN menilai kebakaran kilang minyak juga pernah terjadi sebelumnya sehingga peristiwa ini tak bisa dianggap sepele.

"Saya mengapresiasi langkah cepat manajemen Pertamina dalam menangani insiden terbakarnya kilang di Balongan sehingga dapat dilokalisir dan tidak menyebar ke area kilang yang lebih luas," kata Anggota Komisi VI DPR fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alies Eko Patrio kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

"Namun begitu, saya tetap meminta agar Pertamina segera melakukan penyelidikan yang utuh apa yang menjadi penyebab utama meledaknya kilang di Balongan. Apalagi insiden terbakarnya kilang milik Pertamina bukan kali ini terjadi," sambung dia.

Eko mengatakan Pertamina harus mencari penyebab utama kebakaran ini. Dia menegaskan bahwa peristiwa kebakaran itu bukanlah masalah sepele.

"Sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yaitu Kilang di Dumai (2014), Kilang di Cilacap (2016) dan Kilang di Balikpapan (2019). Artinya kejadian yang berulang kali ini tidak lagi bisa dianggap sepele dan sudah seharusnya Pertamina menjaga reputasi perusahaan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang dibuktikan dengan zero fatality incident," ujar Eko.

Selain itu, Eko juga meminta agar Pertamina memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, kilang Balongan merupakan salah satu kilang minyak dengan produksi minyak 125 barrel per hari.

"Sembari menunggu hasil penyelidikan, saya meminta agar Pertamina dapat memastikan kelancaran pasokan BBM kepada masyarakat. Dengan kapasitas produksi kilang RU VI Balongan 125 ribu barrel per hari, saya rasa BBM yang dihasilkan tidaklah kecil," ucap dia.

"Saya percaya Pertamina mampu menjaga pasokan BBM nasional karena telah mengemban peran strategis dalam menjaga cadangan BBM nasional berupa cadangan operasional BBM hingga lebih dari 21 hari," imbuh dia.

Eko juga mendorong pemerintah untuk berperan aktif dalam pengawasan keamanan oleh perusahaan minyak dan gas. Dia juga menyinggung teknologi yang digunakan kilang Balongan.

"Saya mendorong agar Pemerintah berperan lebih aktif dan transparan dalam mengawasi pelaksanaan sistem keamanan serta mitigasi yang perlu dilakukan oleh setiap perusahaan migas. Apalagi mengingat kilang Balongan ini justru masuk ke dalam kilang baru yang memiliki teknologi terbaru yang mana akan menimbulkan pertanyaan bagaimana jika kejadian serupa terjadi di kilang-kilang tua," tutur dia.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di tangki kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Tercatat satu orang meninggal.

"Data korban jiwa meninggal dunia ada satu orang atas nama Mashadi Dulkodir 60 tahun warga Desa Balongan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu Dodi Dwi Endrayadi kepada detikcom di Pendopo Bupati Indramayu, Senin (29/3).

Insiden kebakaran tersebut berlangsung Senin (29/3) dini hari, pukul 00.45 WIB. Titik kebakaran terjadi pada tangki T-301G.

(lir/aud)