Round-up

Misteri 'Senior' yang Ajari Pasutri Makassar Bikin Bom Bunuh Diri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 07:28 WIB
Dua pelaku terduga bomber Makassar (Istimewa)
Foto: Dua pelaku terduga bomber Makassar (Istimewa)
Jakarta -

2 pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar diketahui merupakan pasangan suami istri. Keduanya diduga berlatih membuat bom secara daring atau online.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Boy Rafli Amar mengatakan keduanya mengembangkan pelatihan di media sosial. Pelatihan ini terkait tata cara pembuatan bahan peledak.

"Ada informasi ini juga berkaitan dengan online training di media sosial yang dikembangkan oleh mereka. Jadi mereka mengembangkan tata cara pembuatan bahan peledak," ujar Boy Rafli di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/3/2021).

Dalam pelatihan pembuatan bom daring itu, Boy menyebut ada beberapa narasumber yang pernah berlatih di kelas mancanegara. Narasumber ini disebut merupakan senior dari kedua pelaku.

Boy mengatakan ideologi ini terus dikembangkan oleh kelompok radikal terorisme. Dia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah perbuatan ini.

"Ada beberapa narasumber senior mereka yang pernah berlatih di luar negeri, ini bisa seperti ini, jadi ideologi ini terus dikembangkan oleh kelompok-kelompok radikal terorisme, jadi kita sama-sama cegah," ucap Boy.

"Ini sinergitasnya dengan semua pemangku kepentingan bekerja sama tentunya TNI, dengan kepolisian, dengan BIN, dengan BSSN, semua lembaga negara termasuk Kominfo sudah menjadi agenda utama dalam mengantisipasi sebaran paham radikal intoleran di dunia maya. Itu yang harus terus dilaksanakan dengan juga pelibatan unsur masyarakat karena masyarakat menggunakan sarana cyber space yang tentunya harus waspada dengan kondisi yang ada di dalam dunia maya," sambungnya.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Pelaku bom bunuh diri yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu berboncengan menggunakan sepeda motor ke depan Gereja Katedral Makassar.

Pasangan suami istri berinisial L (suami) dan YSF (istri). Mereka berdua berdomisili di Ibu Kota Sulawesi Selatan, Makassar. Kota ini jugalah yang menjadi lokasi sasaran aksi teror mereka berdua.

Keduanya tinggal di kontrakan, di Jl Tinumbu, Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Simak video 'Yang Diungkap Polisi Usai Bom Bunuh Diri Pasutri':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)