ADVERTISEMENT

BNPT Duga Pasutri Bomber di Makassar Belajar Buat Bom via Online

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 11:52 WIB
Makassar -

Identitas kedua pelaku bom bunuh diri atau bomber di depan Gereja Katedral Makassar diduga merupakan pasangan suami-istri. Keduanya diduga berlatih membuat bom secara daring atau online.

"Ada informasi ini juga berkaitan dengan online training di media sosial yang dikembangkan oleh mereka. Jadi mereka mengembangkan tata cara pembuatan bahan peledak," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (29/3/2021).

Dalam pelatihan pembuatan bom daring itu, Boy menyebut ada narasumber yang pernah berlatih di kelas mancanegara. Boy mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah perbuatan ini.

"Ada beberapa narasumber senior mereka yang pernah berlatih di luar negeri, ini bisa seperti ini, jadi ideologi ini terus dikembangkan oleh kelompok-kelompok radikal terorisme, jadi kita sama-sama cegah," ucap Boy.

"Ini sinergitasnya dengan semua pemangku kepentingan bekerja sama tentunya TNI, dengan kepolisian, dengan BIN, dengan BSSN, semua lembaga negara termasuk Kominfo sudah menjadi agenda utama dalam mengantisipasi sebaran paham radikal intoleran di dunia maya. Itu yang harus terus dilaksanakan dengan juga pelibatan unsur masyarakat karena masyarakat menggunakan sarana cyber space yang tentunya harus waspada dengan kondisi yang ada di dalam dunia maya," imbuhnya.

Informasi lebih lanjutnya disebut Boy akan disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun Boy memastikan bila ada tersangka lain yang sudah ditangkap yang berperan mendukung perbuatan 2 bomber di Makassar itu.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Pelaku bom bunuh diri yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu berboncengan menggunakan sepeda motor ke depan Gereja Katedral Makassar.

Identitas salah satu pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar juga sudah dikantongi. Satu pelaku yang berhasil diidentifikasi berinisial LL, sementara satu pelaku lainnya masih dalam penyelidikan.

"Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 tersangka. tersangka pertama L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua masih diidentifikasi," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi kejadian, Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

(dhn/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT