Sespri Jelaskan Proses Bayar Pesawat Pribadi yang Dicarter Eks Mensos Juliari

Zunita Putri - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 23:50 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara diperiksa KPK. Ia diperiksa terkait kasusnya yakni dugaan suap bantuan sosial (bansos) Corona.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sekretaris pribadi mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Selvy Nurbaety menjelaskan tentang proses penyewaan dan pembayaran pesawat jet pribadi yang digunakan Juliari untuk kunjungan kerja. Selvy mengatakan penyewaan pesawat pribadi itu atas perintah Juliari.

"Pernah saya diminta untuk carter pesawat kunjungan kerja ke Kendal, saat itu pembayaran diminta ke Pak Adi, lalu Pak Adi minta saya ambil ke ruangannya, ada beberapa orang di sana," kata Selvy Nurbaety saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (29/3/2021).

Selvy mengatakan saat itu Juliari hendak kunjungan kerja ke Kendal, Jawa Tengah. Saat itu Juliari memerintahkan menyewa pesawat pribadi, bayarnya menggunakan uang dari kuasa pengguna anggaran (KPA) bansos Corona, Adi Wahyono.

"(Nama pesawat carter) Ceo Jetset, (biaya sewa) kurang lebih Rp 300 juta, saya nggak hafal," jelasnya.

Selvy mengaku saat itu Adi menyerahkan uang di dalam goodie bag. Selain ke Adi, Selvy mengaku kerap meminta uang ke beberapa direktorat di Kemensos.

"Selain ke Pak Adi saya juga minta ke direktorat Linjamsos (Perlindungan Jaminan Sosial), teknisnya yang atur mereka," tutur Selvy.

Dalam persidangan sebelumnya, Juliari mengaku sering melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah. Juliari pernah melakukan kunker menggunakan mobil hingga pesawat pribadi yang dicarter khusus menggunakan anggaran Kemensos.

"Pernah beberapa kali (pakai pesawat khusus), mungkin sekitar 3 atau 4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau nggak salah, ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali, ke Semarang pernah, ke Tanah Bumbu dan Malang," jelas Juliari dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/3).

Namun, dia mengaku tidak tahu pasti anggaran sewa pesawat itu dari mana. Yang dia tahu, dia memerintahkan sekretaris pribadinya mencarter pesawat pribadi. Lalu semua urusan biaya diserahkan ke Biro Umum Kemensos.

Dalam sidang ini, Selvy bersaksi di sidang terdakwa penyup Jualiari dkk, Harry Van Sidabukke. Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar.

Jaksa menyebut pemberian uang suap bertujuan agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos Corona ke Juliari Batubara setiap kali mereka mendapatkan proyek itu. Uang inilah yang disebut uang operasional.

(zap/dwia)