Kedubes AS Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Makassar: Cederai Toleransi

Matius Alfons - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 09:09 WIB
Ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel, tewaskan 1 orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Selain itu, 14 orang dilaporkan terluka.
Foto: Bom Bunuh Diri di Makassar (ANTARA FOTO/ARNAS PADDA)
Jakarta -

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) mengutuk keras teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar. Tindakan bom bunuh diri itu dinilai mencederai toleransi yang dijunjung tinggi.

"Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Gereja Katedral di Makassar," demikian rilis pernyataan Kedubes AS kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Kedubes AS menilai tindakan penyerangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dapat mencederai toleransi di Indonesia. Tak hanya itu, penyerangan tersebut juga dinilai merusak penghormatan atas keberagaman yang dijunjung rakyat Indonesia.

"Serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia," ucap Kedubes AS.

Kedubes AS pun menyatakan belasungkawa atas bom bunuh diri di Makassar pada Minggu (28/3) pagi tersebut. AS menyatakan berdiri bersama Indonesia.

"Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Indonesia dan kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," sebut Kedubes AS.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi.

Pelaku bom bunuh diri diduga 2 orang dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku sempat dicegah sekuriti Gereja Katedral Makassar saat akan masuk ke pelataran gereja. Pelaku akhirnya meledakkan diri.

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri hari ini akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Olah TKP ini merupakan olah TKP lanjutan bom bunuh diri di Makassar.

"Ya hari ini rencana nanti akan dilakukan olah TKP lanjutan oleh tim Densus 88," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada wartawan di lokasi, Senin (29/3/2021).

Zulpan mengatakan, olah TKP lanjutan Tim Densus 88 hari ini akan didampingi oleh Inafis, Tim DVI (Disaster Victim Identification) dan Tim Puslabfor. Olah TKP dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya barang bukti yang tersisa di lokasi bom bunuh diri di Makassar.

(maa/gbr)