Ada Embargo Vaksin di India, Pengiriman AstraZeneca ke Indonesia Tertunda

Antaranews - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 03:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat dengan Komisi IX DPR RI (Alfons/detikcom)
Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin usai rapat dengan Komisi IX DPR RI (Alfons/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ada hambatan proses pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia. Rencana pengiriman AstraZeneca periode Maret dan April 2021 ditunda akibat embargo di India.

"Jadwalnya kita dapat vaksin gratis dari Covax-GAVI, sudah dapat kemarin vaksin AstraZeneca gratis 1,1 juta dosis. Rencananya kita dapat 2,5 jutanya pada 22 Maret, kemudian April akan dapat 7,8 juta dosis. Ternyata ditunda, karena ada isu India embargo vaksin," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, seperti dilansir Antaranews, Minggu (28/7/2021).

India sedang alami kenaikan kasus COVID-19. Sehinga, tidak mengizinkan vaksin tersebut keluar dari negara mereka.

Bagi Budi, India memiliki kemampuan produksi vaksin AstraZeneca paling besar di dunia. Kini, Gocax-GAVI selaku penyedia vaksin AstraZeneca ke Indonesia, sedang menjadwalkan ulang pengiriman vaksin.

Budi Gunadi bersama Kementerian Luar Negeri akan berbicara dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mengupayakan vaksin AstraZeneca bisa dikirim ke Indonesia pada Mei atau Juni 2021. "Nanti saya bersama Menlu segera membicarakan ini dengan WHO, dan mudah-mudahan Mei atau Juni sudah bisa lagi dilakukan pengiriman," katanya.

Budi menambahkan jumlah peserta vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 10 juta orang hingga Jumat (26/3). Angka itu sudah sesuai dengan ketersediaan vaksin.

"Hari ini vaksinasi menembus 10 juta vaksinasi, dengan kecepatan harian sudah mendekati 500 ribu penyuntikan per hari. Pada Maret dan April, ketersediaan vaksin sebanyak 15 juta per bulan dan sudah sesuai dengan kecepatan penyutikannya," ujar Budi.

(aik/aik)