Di Dharma Santi Nasional, Jokowi Ingatkan Bhinneka Tunggal Ika DNA Bangsa

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 18:53 WIB
Presiden Jokowi (Biro Pers - Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat hari suci Nyepi tahun baru Saka 1943 kepada umat Hindu di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi pada acara Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943.

"Atas nama pemerintah dan pribadi, saya menyampaikan selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 kepada umat Hindu di seluruh Tanah Air Indonesia," kata Jokowi melalui keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Sabtu (27/3/2021).

Menurut Jokowi, peringatan Hari Raya Nyepi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan selaras dengan nilai-nilai Nyepi yang menuntun umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian. Nilai-nilai tersebut, kata Jokowi, meliputi amati geni atau tidak menghidupkan api, amati karya tidak bekerja, amati lelungan tidak bepergian, serta amati lelanguan tidak bersenang-senang.

"Dengan menjalankan rangkaian Nyepi ini, umat Hindu memberikan jeda waktu kepada alam semesta untuk menata kembali keseimbangannya, memuliakan alam, juga memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan kita," tuturnya.

Jokowi mengajak seluruh umat Hindu di Indonesia menjadikan peringatan Nyepi tahun ini sebagai momentum introspeksi diri. Dia ingin perayaan Nyepi memberikan dampak positif bagi kehidupan.

"Saya mengajak umat Hindu di seluruh Tanah Air menjadikan peringatan Nyepi tahun ini menjadi momentum untuk introspeksi serta menata kembali sikap dan perilaku kita dalam menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta sehingga pergantian tahun baru Saka ini akan bisa memberikan vibrasi positif bagi kehidupan kita," ucapnya.

Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 bertemakan Kolaborasi dalam Harmoni Menuju Indonesia Maju dipusatkan di Candi Prambanan, Yogyakarta, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan candi tersebut berdampingan dengan Candi Sewu, yang bercorak Buddha.

Pada masa itu, kata Jokowi, toleransi dan hidup rukun antarumat beragama sudah menjadi keseharian bangsa Indonesia. Dia menyebut kerukunan itu merupakan DNA bangsa Indonesia.

"Ini mengajarkan kepada kita semua bahwa toleransi dan hidup rukun berdampingan antar-umat beragama sudah dipraktikkan sejak dulu. Bhinneka Tunggal Ika merupakan DNA bangsa Indonesia," ujarnya.

Jokowi menyampaikan Candi Prambanan telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai situs warisan dunia telah membuktikan keunggulan bangsa Indonesia di masa lalu. Warisan sejarah tersebut, menurutnya, merupakan hal potensial untuk dikembangkan demi kemajuan bangsa.

(haf/haf)