2 Remaja RI Diserang di AS, Pemerintah Minta WNI Hati-hati Xenofobia

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 08:15 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah
Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah (Foto: dok. Kemlu)

Kedua remaja yang tidak disebutkan identitasnya ini menceritakan kejadian itu kepada NBC. Dilansir dari tayangan NBC, Jumat (26/3/2021), dua remaja itu awalnya sedang menunggu kereta di Stasiun SEPTA's City Hall.

Mereka mengatakan mendadak ada empat anak perempuan yang melakukan bully ke keduanya. Sepotong peristiwa itu sempat direkam dengan ponsel.

"Salah satu perempuan itu menampar temanku di sisi kanan wajahnya dan dia mulai menangis. Perempuan lain menampar sisi kiri wajahku beberapa kali sampai saya jatuh," kata salah satu remaja.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/3) lalu. Mereka mengatakan saat itu ada 15-20 orang lain di stasiun tersebut, namun sekelompok perempuan itu hanya menargetkan orang-orang Indonesia dulu.

"Mengapa kamu hanya menyerang yang lemah dan orang lanjut usia? Ini tidak adil," kata salah satu remaja Indonesia.

NBC melaporkan bahwa kedua remaja berusia 17 dan 18 tahun tersebut meyakini ini merupakan serangan rasial. Oleh sebab itu, mereka memilih untuk angkat bicara di tengah maraknya serangan anti-Asia di Amerika Serikat beberapa waktu terakhir.

"Aku pulang dan aku menangis karena aku sangat syok," kata salah satu remaja.

Halaman

(eva/dnu)