Pangdam Cenderawasih Tepis Kabar Hoax 5 Prajurit Tewas oleh KKB di Nduga

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 20:25 WIB
Baku tembak TNI-Polri dengan KKB di Puncak Papua (Foto: dok. Humas Polda Papua)
Foto: dok. Humas Polda Papua
Jakarta -

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, mengatakan informasi bahwa 5 prajurit TNI tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua adalah berita bohong alias hoax. Informasi yang disebut hoax itu adalah tentang baku tembak antara aparat dengan KKB di sekitar kali atau sungai kecil Bomid, Nduga.

"Tidak ada prajurit TNI, termasuk dari Yonif 700/WYC yang terluka atau tewas di Nduga seperti yang beredar di media sosial. Informasi yang beredar di media sosial itu hoax," tegas Yogo dikutip detikcom dari keterangan tertulis Puspen TNI, Jumat (26/3/2021).

Yogo sudah menjelaskan hal tersebut di Jayapura, Papua, pada Kamis (25/3). Yogo mengaku KKB sengaja menyebar hoax untuk menyudutkan pemerintah dan TNI-Polri dengan memutar balikkan fakta di lapangan.

Masih dari keterangan tertulis Puspen TNI, disebutkan bahwa Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengungkap secara garis besar KKB mempunyai tiga sayap gerakan, yakni sayap politik, klandestin, dan bersenjata. Hal itu disampaikan Suriastawa pada awal Maret kemarin.

"Tiga sayap gerakan ini memanfaatkan medsos untuk saling berkomunikasi, merencanakan aksi dan menyebarkan berita bohong untuk membentuk opini buruk tentang pemerintah Indonesia (termasuk TNI-Polri) terkait masalah Papua melalui berbagai platform medsos," papar Suriastawa saat itu.

Informasi tewasnya 5 prajurit TNI dalam baku tembak dengan KKB salah satunya dicuitkan Veronica Koman pada Selasa (23/3). Dalam akun Twitter-nya, Veronica menulis kalimat dalam bahasa Inggris terkait tewasnya 5 prajurit TNI dalam baku tembak dengan KKB.

(aud/jbr)