Soetikno Soedarjo Akui Bagi 'Berkat' ke Eks Direktur Teknik Garuda

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 18:25 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Gedung PN Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK menghadirkan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo, sebagai saksi kasus dugaan suap Mantan Direktur Teknik PT Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno. Soetikno mengungkapkan adanya sejumlah 'berkat' yang diberikan ke Hadinoto di persidangan.

"Seingat saya, ada (penyerahan uang ke rekening bank Hadinoto di Singapura)," ujar Soetikno saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/3/2021).

Soetikno mengaku menyerahkan berkat setelah mendapat fee karena berhasil mengikuti proyek mesin pesawat Rolls-Royce serta pesawat Airbus, Bombardier, dan ATR. Soetikno juga mengaku memberikan berkat itu dengan nominal yang tidak tentu.

"Saya bilang (ke Hadinoto) saya ingin berbagi berkat pada beliau. Saya dapat berkat, saya dapat fee, saya ingin berbagi," ujar Soetikno.

"Apakah karena dapat kontrak Rolls-Royce serta pesawat Airbus, Bombardier, dan ATR?" tanya jaksa KPK.

"Pokoknya saya dapat berkat, saya ingin berbagi. Seperti saya katakan, saya dapat fee setelah mereka tanda tangan kontrak antara pabrikan dan Garuda," jelasnya.

Jaksa kemudian mengungkap besaran uang yang diterima Hadinoto dari Soetikno. Jaksa mengonfirmasi hal itu ke Soetikno.

"Ini pemberian kan bertahap, ada Roll Rocye USD 156.724, SGD 100 ribu, pada 9 Juni ini USD 50 ribu, ini cara diberikan terdakwa apa selesai kontrak atau hitungannya gelondongan?" tanya jaksa lagi.

"Jadi tidak ada formula, hitungannya random," jawan Soetikno.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa Hadinoto Soedigno. Dia didakwa menerima suap jutaan dolar yang nilainya mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Jaksa menyebut Hadinoto menerima uang itu atas perbuatannya melakukan intervensi pengadaan dan perawatan pesawat di PT Garuda Indonesia. Begini rinciannya:
- Pengadaan pesawat Airbus A330 Series;
- Pengadaan pesawat Airbus A320;
- Pengadaan pesawat ATR 72 seri 600;
- Pengadaan pesawat Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG; dan
- Pembelian dan perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 Series.

Jaksa mendakwa Hadinoto melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(zap/knv)