Bom Palsu di Depan Rumah Ahmad Yani Bikin Warga Cemas, Polri Kejar Pelaku

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 17:39 WIB
Jakarta -

Polri memastikan benda mirip bom yang ditemukan di rumah Ketua Komite Eksekutif Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, di Cipinang Indah, Jakarta Timur, adalah bom palsu. Hal tersebut dipastikan setelah tim Gegana melakukan penelitian.

"Tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB di sekitar Duren Sawit, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Camar Blok AA 1 Nomor 1 Cipinang Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur, telah ditemukan benda mirip dengan bom. Kemudian telah dilakukan tindakan pengamanan terhadap benda yang terlihat seperti bom tersebut. Dan setelah dilakukan penelitian oleh tim Gegana, dapat dipastikan bahwa benda tersebut merupakan bom palsu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (26/3/2021).

Rusdi mengatakan Polda Metro Jaya masih menyelidiki asal muasal bom palsu itu. Selain itu, kepolisian akan mengejar pelaku yang telah menyebabkan masyarakat heboh itu.

"Dan tentunya Polda Metro masih selidiki, mencari pihak-pihak yang telah melakukan perbuatannya yang tentunya telah menyebabkan ada kecemasan di masyarakat," tuturnya.

"Ini masih didalami oleh Polda Metro Jaya untuk menyelidiki kasus tersebut," tandas Rusdi.

Diketahui, polisi telah memeriksa fake bomb yang ditemukan di depan rumah Ketua Komite Eksekutif Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, pagi tadi. Hasil pengecekan ditemukan serbuk petasan dari rangkaian bom palsu tersebut.

"Dari pengecekan Puslabfor Mabes Polri di situ memang ada beberapa rangkaian. Pertama ada baterai, kedua jam bekernya, ketiga ada kabel-kabel. Juga ada beberapa serbuk dalam dugaan bom tersebut. Indikasinya itu isinya adalah serbuk petasan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (26/3).

Yusri memastikan fake bomb tersebut tidak bisa meledak meski mengandung serbuk petasan. Sebab tidak ada alat picu di dalamnya.

"Rangkaiannya memang betul tapi itu tidak akan bisa meledak karena pemicunya itu tidak ada. Setelah dibuka dan disimpulkan itu oleh Puslabfor adalah bom palsu," terang Yusri.

(jbr/jbr)