Kasus Suap Hakim PN Jakut, Jaksa KPK Optimistis PK Saipul Jamil Ditolak

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 15:09 WIB
Suasana Sidang PK Saipul Jamil, Agenda Tandatangan Berita Acara Jumat (26/3). (Foto: Zunita/detikcom)
Suasana Sidang PK Saipul Jamil, Agenda Tandatangan Berita Acara Jumat (26/3) (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang terakhir dengan agenda penandatanganan berkas acara sidang peninjauan kembali (PK) Saipul Jamil. Sidang PK berkaitan dengan kasus suap majelis hakim di PN Jakarta Utara untuk mempengaruhi putusan dalam perkara pencabulan.

Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/3/2021). Saipul Jamil menghadiri sidang secara virtual.

"Dengan ditandatangani berita acara sidang. PK yang diajukan Saipul Jamil sudah selesai, selanjutnya majelis hakim akan menentukan apakah dikabulkan atau tidak. Jadi PK sudah selesai, sidang ditutup," ujar hakim Rustiyoni dalam sidang.

Jaksa KPK, M Nur Azis, mengaku optimis menang terkait PK yang diajukan Saipul Jamil. Menurut Azis, dalam berkas PK yang diajukan Saipul itu tidak membuktikan bukti baru.

"Berdasarkan apa yang disampaikan penasihat hukum Saipul Jamil, kami berpendapat bahwasanya kami sama, bahwasanya nggak ada novum, karena yang disampaikan dia adalah surat kuasa dia memberikan kuasa ke kakaknya untuk ambil uang. Ya sama pembuktiannya sama kaya pokok perkara," kata Azis seusai sidang.

"Kalau buat kami optimis aja. Sebagaimana telah kami tanggapi di kesimpulan kami, ini bukan novum yang disyaratkan dalam KUHAP," tambahnya.

Diketahui, Saipul Jamil mengajukan PK terkait kasus suap hakim di PN Jakarta Utara untuk mempengaruhi putusan dalam perkara pencabulan. Ada empat novum atau bukti baru yang diajukan Saipul Jamil.

Saipul Jamil divonis 3 tahun. Saipul Jamil terbukti bersalah menyuap majelis hakim di PN Jakarta Utara sebesar Rp 250 juta. Hakim menyatakan uang Rp 250 juta dari rekening Saipul untuk mempengaruhi hakim PN Jakarta Pusat dalam putusan hakim dalam perkara pencabulan.

Uang diberikan melalui kakaknya, Syamsul Hidayatullah, kepada panitera PN Jakarta Utara, Rohadi, melalui pengacara Berthanatalia Ruruk Kariman. Meski uang diberikan melalui Syamsul, hakim menyatakan Saipul mengetahui terkait pemberian tersebut.

(zap/mae)