Alasan Kubu Moeldoko Seret Ibas di Hambalang: PD Ibarat Mobil Ringsek!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 10:58 WIB
Jakarta -

Partai Demokrat kubu Moeldoko hasil kongres luar biasa (KLB) yang digelar sepihak mengungkapkan alasan menyeret nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di kasus proyek Hambalang. Kubu Moeldoko mengibaratkan Partai Demokrat mobil ringsek yang harus diperbaiki.

"Ibaratkan mobil, mobil ini sudah berpindah tangan, tapi dalam keadaan ringsek, dalam keadaan rusak. Bagaimana dia bisa berjalan dengan cepat? Tentu dilakukan kalau mesinnya di-overhaul, harus dicat ulang, supaya terlihat di lapangan, supaya terlihat oleh masyarakat ini lebih fresh," kata elite Partai Demokrat kubu Moeldoko, Darmizal, kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Penyebutan nama Ibas itu terjadi saat konferensi pers kubu Moeldoko di proyek Hambalang, Bogor, Kamis (25/3). Darmizal mengatakan penyebutan nama Ibas oleh kubu Moeldoko bukan sebagai kampanye hitam.

"Kenapa kami lakukan di Hambalang dan nama Ibas tersebut? Di Hambalang itu ini kita bukan mau menyebut nama-nama orang yang pernah disebut sebelumnya. Ini bukan bukan black campaign, tapi ini satu fakta ketika mobil tadi kita tahu mobil rusaknya karena sesuatu itu, maka sesuatu itu harus kita sampaikan," ujar Darmizal.

"Ibaratkan tukang las, 'Pak ini berkaratnya di sini loh, boleh nggak kita tambal ini, kita bongkar dulu, kita ganti dengan yang baru yang lebih bagus', kan begitu," sambungnya.

Darmizal mengatakan penyebutan nama Ibas bukan tanpa sebab, melainkan adanya fakta dan pengakuan dari para pihak yang terseret kasus Hambalang.

"Penyebutan nama Ibas dalam kasus Hambalang itu bukan karena kami mengangkat sesuatu yang tidak ada. Tapi, fakta kan sudah bicara bagaimana Yulianis menyebutnya dengan dolar sekian ratus ribu, Nazar menyebutnya dengan begini, begitu, ya kan," ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Darmizal, Partai Demokrat kubu Moeldoko ingin bergerak cepat usai KLB di Deli Serdang. Selain itu, kubu Moeldoko ingin mobil yang diibaratkan Partai Demokrat menjadi segar dan wangi.

"Kami ingin berjalan cepat, setelah KLB, setelah proses di Kemenkumham tentu kita tidak ingin diam. Nah, bergerak itu seperti yang disampaikan Pak Rahmad kemarin, ini harus lebih wangi ke depannya, penumpangnya bisa senang naik di mobil yang lebih segar, lebih bersih. Maka yang borok-borok harus dihapus, harus dibersihkan," imbuhnya.

Kubu Moeldoko sebelumnya mengungkit kasus Hambalang hingga menyeret nama Ibas. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menilai apa yang disampaikan kubu Moeldoko sebagai pengalihan isu.

"Ini cuma pengalihan isu. Pak Moeldoko dan pendukung KLB abal-abalnya tidak mampu menjelaskan kepada publik mengapa KLB abal-abal itu tidak abal-abal. Berapa banyak pemilik suara, ketua-ketua DPD dan DPC yang hadir dalam KLB tersebut, dan siapa saja. Juga, apakah penyelenggaraan KLB tersebut sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang telah disahkan oleh Menkumham," kata Andi kepada wartawan, Kamis (25/3).

"Pak Moeldoko dan gerombolannya juga tidak bisa menjelaskan bagaimana mungkin dia sebagai orang luar dan bukan kader partai, tidak pernah berkeringat di PD, tidak ada kontribusi terhadap PD, tidak mengerti manifesto politik PD, dan elektabilitasnya nol koma persen, tiba-tiba dipilih menjadi Ketum PD," lanjut Andi.

(rfs/jbr)