Rumah Pengurus LAM Riau Digeruduk Terkait Musdalub, Keluarga Lapor Polisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 15:00 WIB
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang (Raja Adil-detikcom)
Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Rumah pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Syahril Abu Bakar, digeruduk sejumlah orang. Tidak terima, pihak keluarga langsung membuat laporan ke polisi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya sejumlah orang yang mendatangi rumah Datuk Syahril Abu Bakar. Mereka datang pada Selasa (23/3) pukul 16.00 WIB.

"Iya benar, ada sejumlah orang datang ke rumah pengurus LAM Riau (Datuk Syahril Abu Bakar). Ada pengancaman dan telah dilaporkan kemarin," kata Nandang saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/3/2021).

Nandang menyebut massa yang datang ke rumah meminta Datuk Syahril Abu Bakar segera mengesahkan SK kepengurusan di LAM Pekanbaru. Tetapi kedatangan massa ke rumah membuat keluarga resah dan tak terima.

"Dilaporkan oleh Febri Praja (putra Datuk Syahril Abu Bakar). Laporan atas dugaan pengancaman," imbuh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan.

Setelah mendatangi rumah Datuk Syahril Abu Bakar, massa yang berjumlah 10 orang itu mendatangi Balai Adat LAM Riau di Jalan Diponegoro. Di sana, massa meminta Ketua MKA LAM Riau Datuk Al Azhar dan Ketua DPH LAM Riau Datuk Syahril segera mengesahkan hasil Munaslub 24 Januari lalu.

"Mereka minta pengurus LAM Riau Kota Pekanbaru disahkan. Minta SK pengurus ditandatangani, ya ada kata-kata massa yang membuat keluarga tidak terima dan melaporkan," kata Juper.

Di Balai Adat, massa pengurus LAM Riau, Harianto, selaku keamanan LAM Riau, menyampaikan keinginan mereka untuk mempertanyakan SK kepengurusan Ketua LAM Kota Pekanbaru, yang saat ini SK belum disahkan Ketua LAM Riau.

"Bapak Harianto menyampaikan bahwa terkait SK kepengurusan Ketua LAM Kota Pekanbaru hingga saat ini memang belum ditandatangani Ketua LAM Riau karena harus melalui beberapa proses," katanya.

Namun Juper memastikan tidak ada tindakan kekerasan saat massa datang ke rumah Datuk Syahril dan Balai Adat.

"Nggak ada kekerasan, hanya ucapan saja mungkin yang dirasa kurang pas, sehingga keluarga melaporkan karena sudah datang ke rumah," katanya.

(ras/jbr)