Effendi Gazali ke KPK, Bingung karena Diminta Bawa Rekening Perusahaan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 14:48 WIB
Jakarta -

Effendi Gazali memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian berkaitan dengan perkara dugaan suap dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19. Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) itu mengaku bingung karena diminta penyidik membawa rekening perusahaan.

"Yang pertama mengenai ada PT atau CV itu, saya mengatakan saya tidak kenal. Dan itu yang lebih gampang begini sebetulnya, panggil saja PT atau CV-nya, betul nggak? Panggil, konfrontasi ke saya. Apakah saya memang dapat segitu, kapan dikasih, dan kemudian apa urusannya dengan saya. Itu nanti ya setelah saya dari atas (menjalani pemeriksaan di KPK)," ucap Effendi setiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021).

"Pertanyaan yang juga menarik adalah surat panggilan KPK itu isinya gini, 'Harap membawa rekening perusahaan sejak 1 Januari 2020 dan PO Bansos Kemensos'. Saya ambil rekening siapa? Dari perusahaan mana saya ambil?" imbuh Effendi.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama dengan sejumlah orang, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabukke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos. Untuk tersangka Harry Sidabukke dan Ardian IM sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

(dhn/dhn)