Ma'ruf Amin: 94% Alat Kesehatan RI Produk Impor, Riset Harus Ditingkatkan

ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin: 94% Alat Kesehatan RI Produk Impor, Riset Harus Ditingkatkan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 14:25 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)

Lebih lanjut, Ma'ruf menekankan penguatan ketahanan dan kemandirian kesehatan dalam negeri akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, meningkatkan peran Indonesia di tingkat regional ataupun global.

"Upaya penguatan ketahanan dan kemandirian kesehatan di dalam negeri tidak hanya akan berdampak positif dalam meningkatkan derajat status kesehatan masyarakat Indonesia, namun juga akan meningkatkan peran dan kontribusi kita di tingkat regional maupun global," kata dia.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pandemi Corona membangkitkan minat para peneliti untuk mengembangkan teknologi dan inovasi di bidang kesehatan. Riset itu dilakukan untuk menangani pandemi.

"Harus kita akui, pandemi ini telah mendorong dan membangkitkan minat para peneliti dan inovator untuk terus berkontribusi menghasilkan berbagai terobosan inovasi dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia," kata Bambang dalam acara yang sama.

Bambang mengatakan, dalam Perpres No 38 Tahun 2018 tentang rencana induk riset nasional 2017-2019 dan dijabarkan melalui peraturan Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi No 38 Tahun 2018 tentang prioritas riset nasional tahun 2020-2024. Dia menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas riset.

"Sektor kesehatan merupakan salah satu dari 10 prioritas riset nasional. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah yang senantiasa hadir untuk riset di bidang kesehatan yang saat ini dipimpin oleh Kemensistek/BRIN," jelasnya.

Bambang mengatakan Kemenristek/BRIN bertanggung jawab untuk meningkatkan riset. Dia menyebut pemerintah terus meningkatkan riset dan inovasi di bidang kesehatan.

"Kemenristek/BRIN dalam hal ini bertanggung jawab untuk meningkatkan riset pengembangan, pengkajian, dan penerapan teknologi inovasi hasil riset dalam rangka meningkatkan kapasitas nasional untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons secara cepat berbagai penyakit dan atau kajian yang berpotensi menyebabkan kedaruratan masyarakat. Dan juga mendorong kerja sama laboratorium riset dan surveilans dalam sistem laboratorium nasional serta meningkatkan keselamatan dan keamanan hayati laboratorium riset," kata dia.

Dalam mengembangkan riset dan inovasi itu, Bambang mengatakan Kemenristek bekerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Indonesia (UI).

"Untuk merespons pandemi COVID-19 Kemenristek/BRIN bekerja sama dengan UI telah menghasilkan berbagai inovasi di antaranya UI terlibat dalam penyusunan peta jalan vaksin Merah Putih. UI juga menjadi salah satu tim pengembang vaksin Merah Putih, demikian juga penelitian ventilator dan banyak lagi upaya riset pengembangan dan inovasi atas kerja sama Kemenristek/BRIN dan UI," kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin, mengatakan diskusi mengenai ketahanan kesehatan ini nantinya akan dirangkum. Rangkuman diskusi ini akan diserahkan kepada pemerintah dalam mendukung riset dan inovasi di bidang kesehatan.

"Tujuan webinar nanti oleh para pemateri nanti berdiskusi berbagai masalah kesehatan yang dialami bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi ini. Setelah semua selesai ini akan dirangkum oleh FK UI menjadi satu naskah akademik tentu ini menjadi satu policy brief nanti kami serahkan kepada pemerintah sumbangan pemikiran dari pada UI kepada pemerintah," tutur Saleh.

Rektor UI, Ari Kuncoro, mengatakan UI senantiasa meningkatkan peran dalam membantu pemerintah pada bidang riset dan teknologi. Riset dan inovasi ini, kata Ari Kuncoro juga membantu pemerintah dalam menangani pandemi Corona.

"Universitas Indonesia merupakan menara air yang selalu mencurahkan ilmu dan memberdayakan masyarakat bagi kemajuan negara. Saat ini kiprah UI dalam bidang kesehatan antara lain menghasilkan karya inovasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Mulai dari aspek formatif diagnostik sampai terapi terapeutik. Semua produk inovasi ini hasil lintas disiplin anta rumpun ilmu kesehatan, sains teknologi, dan sosiohumaniora di Universitas Indonesia," katanya.

UI, kata Ari Kuncoro memiliki kewajiban moral dalam sektor pendidikan dan kesehatan sehingga akan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan masyarakat.

"Universitas Indonesia yang memiliki kewajiban moral untuk perubahan di sektor pendidikan, penelitian, pelayanan, maupun industri kesehatan, sehingga akan memperbaiki akses serta kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia," jelasnya.


(lir/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT