Besok, Tim TAA Olah TKP Kasus Pemobil Mercy Tabrak Bocah Kelapa Gading

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 12:18 WIB
Tangkapan layar video CCTV saat pengemudi mobil melarikan diri usai tabrak bocah di Kelapa Gading
Tangkapan layar video CCTV saat pengemudi mobil melarikan diri setelah menabrak bocah di Kelapa Gading. (Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Ditlantas Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus pengemudi mobil Mercedes-Benz B-2388-RFQ inisial MRK (21), tersangka kasus tabrak lari terhadap bocah di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Besok, polisi akan menggelar olah TKP dengan metode traffic accident analysis (TAA).

"Besok akan kita laksanakan TAA di lokasi," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Peristiwa kecelakaan tabrak lari tersebut terjadi pada Minggu (21/3) di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu pelaku menabrak korban serta orang tuanya, TS (41) dan EL (42).

Sambodo mengatakan olah TKP dengan metode TAA tersebut penting untuk dilakukan jajarannya. Hal itu untuk membuat terang kronologi secara rinci dari peristiwa tabrak lari yang dilakukan pelaku.

"TAA ini akan membuat terang proses terjadinya kecelakaan tersebut, baik sebelum, saat, dan sesudah kejadian. Dari hasil TAA kita akan bisa menghitung kecepatan dari kendaraan penabrak," ungkap Sambodo.

Kecelakaan diketahui bermula ketika pagi itu mobil Mercy bernopol B-2388-RFQ melaju di Jalan Cengkir Raya, Kelapa Gading, Jakut, pada Minggu (21/3/2021) pagi. Setiba di lokasi, mobil tersebut menabrak korban yang sedang jalan pagi bersama kedua orang tuanya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat dan mengalami perdarahan otak. Sedangkan kedua orang tua korban mengalami luka ringan.

Pelaku melarikan diri setelah kejadian tersebut. Hingga akhirnya polisi menemukan identitas kendaraan dan mendatangi ke alamat rumah pemilik kendaraan di Cakung. Saat itu hanya ada mobilnya saja di rumahnya, tetapi tersangka tidak di tempat.

Tersangka kemudian menyerahkan diri pada Rabu (24/3) siang ke Polres Metro Jakarta Utara dengan diantar orang tuanya. Polisi kemudian menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya.

(ygs/mea)