Anggota DPRD DKI Minta Jakpro Terbuka soal Penarikan Bank Garansi Formula E

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 22:25 WIB
Ima Mahdiah Singgung Anies Soal Keadilan dan Retribusi PKL di Trotoar
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terbuka dalam melaporkan jumlah dana Bank Garansi Formula E yang ditarik. Upaya ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan di mata masyarakat.

"Harus terbuka. Karena kami sebagai pengawas. PMD (penyertaan modal daerah) ini banyak yang diusulkan Pemprov," kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/3/2021).

"Kita jadi curiga karena tidak terbuka. Kepada kami saja tidak terbuka apalagi ke masyarakat," sambungnya.

Politikus PDIP itu menyoroti Jakpro yang tak terbuka soal penarikan Bank Garansi senilai Rp 423 miliar karena penundaan Formula E akibat virus Corona. Ke depan, Ida meminta agar dana ini bisa dikembalikan ke APBD.

"Saya belum tahu progres dan prosedurnya (penarikan bank garansi) seperti apa. Kalau itu anggaran DKI harus baliknya ke APBD DKI. Dana yang di Jakpro itu juga APBD DKI. Jakpro harus terbuka kepada kami. Karena kami dipaparkan di Banggar cuma gelondongan saja," jelasnya.

Sebelumnya, Pagelaran Formula E di DKI Jakarta resmi ditunda ke tahun 2022. Jakpro selaku pihak yang ditunjuk sebagai penyelenggara buka suara soal dana yang sudah dikeluarkan hampir Rp 1 triliun oleh Pemprov DKI.

"Dana tersebut tidak hangus. Karena Jakarta Eprix ditunda hingga 2022, uang yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk event di tahun 2022," kata Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M Maulana dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Dana hampir Rp 1 triliun itu terungkap dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019. BPK merinci, secara total sekitar Rp 983,31 miliar yang telah dibayarkan. Rinciannya adalah Rp 560,31 miliar digunakan untuk membayar commitment fee Formula E. Dana setengah triliun rupiah lebih itu dibayarkan pada 2019 dan 2020.

Menurut catatan BPK, Pemprov DKI juga membayar bank garansi senilai GBP 22 juta atau setara Rp 423 miliar. Namun terkait bank garansi ini, PT Jakpro telah renegosiasi pada 13 Mei 2020 kepada FEO untuk penarikan bank garansi dan telah disetujui.

(mae/mae)