Pelaku Ngaku Peras ABG Bermodus Polisi Gadungan Buat Beli Susu-Popok Bayi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 19:28 WIB
Polsek Mampang Prapatan tangkap polisi gadungan pemeras remaja.
Polsek Mampang Prapatan tangkap polisi gadungan pemeras remaja. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap pelaku S alias Ambon, pelaku penipuan dan pengancaman dengan modus berpura-pura menjadi polisi. Tersangka mengaku melakukan kejahatan tersebut untuk membeli susu anaknya.

"(Motif) faktor ekonomi, buat beli susu sama 'pampers' anak," ucap pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Metro Mampang Prapatan, Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jaksel, Rabu (24/3/2021).

Pelaku mengaku sudah 1 tahun menjadi polisi gadungan. Dia mengatakan pekerjaan aslinya sebagai pegawai konter handphone.

"(Saya kerja) servis HP. (Karena) susah, COVID susah," tambahnya.

Pelaku mengaku tidak memiliki teman anggota polisi dan belajar dari media sosial dalam beraksi menipu dan mengancam korban. Tersangka S pun mengatakan tidak pernah mendaftar untuk menjadi polisi.

Di tempat yang sama, Kapolsek Metro Mampang Prapatan Kompol M Hari Agung Julianto menambahkan, pelaku memakai korek api berbentuk pistol saat beraksi. Pelaku mengaku anggota reserse narkoba dan menyasar ABG.

"Ya, ada kerumunan, dia (pelaku) datang menongolkan senjatanya dulu biar tahu bahwa si calon korban tahunya dia polisi. Setelah itu, di handphone-nya tertulis serse. Kemudian dia (pelaku) bertanya tentang narkoba sehingga satu calon korban diambilnya. Dibawa dia (korban), di situlah pelaku langsung mengeksekusinya," terang Agung.

"Tidak (pakai seragam). Dia (berpura-pura jadi) serse, jadi seperti yang dipakai anggota kami yang serse (tidak memakai pakaian dinas polisi)," tambahnya.

Dari kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa satu replika senjata api, satu motor, satu helm, satu kaus berwarna hitam, satu polo shirt berwarna hijau putih, satu pelat kendaraan bermotor, dan 2 handphone. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara

(mea/mea)