Wamenhan Bicara Komponen Cadangan: Bangun Angkatan Bersenjata Biayanya Mahal

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 12:55 WIB
Wamenhan M Herindra
Wamenhan M Herindra (Dok. Kemhan)
Jakarta -

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra menyebut kesadaran bela negara merupakan modal dalam menghadapi ancaman militer ataupun nonmiliter. Menurut dia, setiap warga negara dapat ikut serta secara sukarela sebagai komponen cadangan ataupun komponen pendukung.

Herindra menyampaikan, UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara telah mengatur perihal komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Dia menyebut akan membentuk komponen cadangan yang nantinya dapat melipatgandakan kekuatan pertahanan negara.

"Kalau kita bangun angkatan bersenjata yang besar, itu biaya mahal sekali. Makanya kita bangun komponen cadangan. Negara sebesar Amerika Serikat pun memiliki komponen cadangan yang cukup besar," ujar Herindra di Pullman Hotel Central Park, Podomoro City, Jl Letjen S Parman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (24/3/2021).

Herindra menyampaikan, lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2021 juga diharapkan mampu memperkuat pertahanan negara sehingga Indonesia disegani negara-negara lainnya.

"Dengan lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2019 ini nanti akan membuat pertahanan Indonesia lebih kuat lagi sehingga kita menjadi negara yang akan ditakuti lawan, disegani lawan," ucapnya.

Untuk diketahui, Kemhan mulai menggelar sosialisasi program komponen cadangan untuk memperkuat pertahanan negara. Masyarakat diperbolehkan untuk mendaftar menjadi komponen cadangan di Koramil-Koramil setempat.

Komponen cadangan dikelompokkan menjadi komcad matra darat, matra laut, dan matra udara. Untuk lolos seleksi, calon komponen cadangan di antaranya harus sehat jasmani dan rohani dan tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.

Setelah dinyatakan lulus dalam seleksi, calon Komcad wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama tiga bulan. Calon komponen cadangan yang berasal dari Aparatur Sipil Negara atau pekerja/buruh serta mahasiswa juga tak akan kehilangan hak ketenagakerjaan, pekerjaan, hak akademis, serta status sebagai peserta didik.

Tonton video 'Blak-blakan Wamenhan: 3 Industri Pertahanan Unggulan':

[Gambas:Video 20detik]