Blak-blakan KSAD dan Aprilio Manganang

Aprilio Perkasa Manganang: Saya Berkharisma & Menghormati Wanita

Audrey Santoso, Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 07:06 WIB
Jakarta -

Sejak memasuki masa pubertas di awal usia belasan, Aprilio Perkasa Manganang sudah merasa berbeda. Kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu tidak mengalami menstruasi seperti wanita lain sebayanya. Juga penampilan fisiknya yang lain.

Dia merasa canggung setiap kali harus berbaur dengan para wanita, apalagi ketika kemudian bergabung menjadi atlet voli tim putri. Tapi Aprilio memendam semua keanehan dan kegalauannya seorang diri.

"Saya tidak percaya orang lain, takut itu akan membahayakan diri saya. Ke orang tua pun saya tidak pernah cerita," tuturnya kepada Tim Blak-blakan, Jumat (19/3/2021).

Toh begitu dia menegaskan dirinya selalu berupaya menghormati para wanita di sekelilingnya, apalagi ketika beranjak dewasa. "Selama di lingkungan wanita saya menghargai dan menghormati mereka. Kalau saya mau jahat, saya bisa jahat. Tapi saya pilih menghargai mereka," kata Aprilio yang meminta disapa Lanang, nama pemberian isteri KSAD, Hetty Andika Perkasa.

Siang itu hakim tunggal PN Tondano, Nova Loure Sasube, menetapkan pengesahan perubahan status Aprilio dari wanita menjadi laki-laki. Juga menggunakan nama Aprilio Perkasa Manganang dari sebelumnya Aprilia Manganang.

Merujuk keterangan para ahli dari RSPAD dalam persidangan, anak kedua pasangan Akib Manganang dan Suryati terbukti mengalami hipospadia alias pertumbuhan tidak sempurna pada alat kelaminnya.

Saat detikcom menggodanya bahwa Aprilio berparas tampan layaknya seorang model dan bintang sinetron, dia tersenyum bangga. Pun ketika disebut ketampanannya itu mirip aktor Darius Sinathrya.

"Ya, mungkin itu akhirnya keluarlah jati diri saya. Apa bu, kharismatik ya?" ujarnya polos disambut Hetty Andika Perkasa.

Saat masih berstatus wanita dengan nama Aprilia Manganang, dia menorehkan banyak prestasi di cabang olah raga voli. Dia pernah empat kali meraih gelar juara Proliga pada 2015, 2016, 2017, dan 2019.

Di level tim nasional, prestasi terbaiknya adalah meraih medali perak SEA Games 2017. Juga medali perunggu di SEA Games 2013 dan 2015. Dia memutuskan pensiun sebagai atlet voli pada 2020 setelah menderita cedera lutut pada 2019 yang membuatnya gagal tampil di SEA Games Filipina.

Kini, Aprilio masih tercatat sebagai anggota Korps Ajuda Jenderal di lingkungan Kodam Merdeka, Sulawesi Utara. Tapi kemungkinan besar akan segera pindah ke direktorat lain. KSAD Jenderal Andika menilai dia akan lebih cocok di bidang yang lebih praktis ketimbang administrative seperti ajudan.

Melihat kepiawaiannya memasak, Jenderal Andika menilai Aprilio akan lebih cocok ditempatkan di Direktoran Perbekalan dan Angkutan. Sebab di bagian ini ada seksi khusus masak-memasak yang juga banyak dilakukan prajurit lelaki.

"Saya yakin dia bisa jadi juru masak yang baik. Mudah-mudahan, kita akan kursuskan juga. Mungkin bisa selevel yang disebut Chef lah," ujarnya.

(deg/jat)