Round-Up

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang e-TLE Nasional

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 06:54 WIB
Kapolri Luncurkan e-TLE
Foto: Dok Humas NTMC

Polantas Diharapkan Bak Superhero

Kapolri menyebut polisi lalu lintas sebagai 'manusia baja'. Mantan Kabareskrim Polri ini pun berharap agar polisi lalu lintas bisa menjadi penolong bak superhero dalam komik Marvel.

"Jadi istilah kami jadilah Polisi Lalu Lintas yang seperti di komik-komik Marvel, ada yang namanya pahlawan atau hero Superman. Jadi kalau di Indonesia, Polisi Lalu Lintas bisa jadi manusia-manusia baja. Itu harapan kami. Mudah-mudahan bisa terwujud," ucap Sigit.

Dengan adanya pemerataan tilang elektronik ini diharapkan, polisi lalu lintas ke depannya hanya mengatur lalu lintas. Di sisi lain, pemanfaatan terknologi digital juga diharapkan mengurangi penyalahgunaan wewenang polisi lalu lintas.

"Impian kami ke depan polisi lalu lintas hanya melaksanakan tugas-tugas yang sifatnya mengurai kemacetan lalu lintas, menolong orang kecelakaan, kemudian melakukan kegiatan-kegiatan yang pada saat itu butuh kehadiran Polisi Lalu Lintas. Sementara penegakan hukum selama ini di satu sisi ada potensial penyalahgunaan wewenang ini bisa dikurangi dengan manfaatkan teknologi informasi," terang Sigit.

TNI/Polri Ditindak Tanpa Kecuali

Sementara itu Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono. Dengan adanya e-TLE nasional ini seluruh kalangan masyarakat akan ditilang secara elektronik jika melakukan pelanggaran.

"Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau (pelat) nomor khusus, nomor apa saja," ujar Istiono kepada wartawan di NTMC Polri, Selasa (23/3/2021).

Istiono menegaskan e-TLE ini tak pandang bulu dalam menjaring semua pelanggar lalu lintas, termasuk kendaraan TNI maupun Polri.

"(Misal) pakai nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke teman-teman. Kita sudah kerja sama bagaimana mekanismenya untuk rekan-rekan TNI, ada konfirmasi di situ," ucapnya.

Istiono mengklaim tidak ada masalah dalam menindak kendaraan berpelat nomor khusus. Sebab, semua kendaraan di Indonesia sudah terdaftar.

"Hampir nggak ada masalah, secara teknis sudah kita bicarakan, karena semua pelat nomor sudah teridentifikasi sama kita," kata Istiono.


Di halaman selanjutnya di e-TLE diterapkan di 10 kota/kabupaten

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4