JK: Bulan Depan Masjid Akan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 15:28 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menjelaskan alasan dibolehkannya salat Jumat dengan dua gelombang. Menurutnya, dari pada jemaah membeludak ke jalan, mending dibagi menjadi dua gelombang.
Ketua DMI Jusuf Kalla (Faiq Azmi/detikcom)
Makassar -

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan mulai bulan depan masjid dapat menjadi tempat vaksinasi COVID-19, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar masjid. JK menyebut masjid yang akan menjadi tempat vaksinasi COVID-19 harus memiliki sarana penunjang, seperti halaman dan bangunan yang luas, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Saya baru melaksanakan persetujuan dengan Menteri Kesehatan bahwa mulai bulan depan vaksin akan diadakan di masjid, di masjid yang besar dan mempunyai fasilitas dan perlengkapan yang baik, seperti aula, selasar, halaman yang luas dan ruangan yang bisa dipakai untuk vaksin," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3/2021).

Menurut JK, jika vaksinasi hanya dilakukan di pusat-pusat kota, target untuk memberi vaksin kepada 1 juta orang per-hari sulit tercapai. Di sisi lain, target tersebut harus bisa dicapai demi menciptakan imunitas di tengah masyarakat terhadap virus COVID-19. Untuk itu, dibutuhkan ribuan tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan memiliki sarana penunjang pelaksanaan vaksinasi, dan masjid memenuhi syarat untuk itu.

"Karena itu dibutuhkan ribuan tempat untuk menjadi tempat vaksinasi dan tempat yang paling strategis adalah masjid, karena masjid itu mempunyai fasilitas pendukung pelaksanaan vaksin," jelas JK.

JK juga menyampaikan dalam hal pelaksanaan ibadah salat tarawih pada bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan dalam waktu dekat ini. JK meminta agar salat berjemaah pada malam bulan suci Ramadhan tersebut dapat dilakukan secara bergiliran.

"Demi mengakomodir jemaah yang mau salat tarawih, maka bisa dilaksanakan dua kali atau 2 sif. Karena dengan memakai ketentuan jaga jarak 1 meter, maka daya tampung masjid hanya 40 persen dari kapasitas sebenarnya. Untuk itu, kita harus memberi kesempatan jamaah yang lain untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih dengan membaginya menjadi 2 sif," terangnya.

Simak juga video 'Survei SMRC: 29% Responden Masih Enggan Divaksinasi COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/nvl)