Jelang Ramadhan, Jusuf Kalla Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan di Masjid

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 14:42 WIB
JK lantik pengurus DMI DKI di Balai Kota.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK). (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Sebulan lagi Ramadhan akan segera tiba. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pengurus masjid selalu menjaga dan memastikan protokol kesehatan COVID-19 berjalan baik.

"Bulan puasa bulan depan itu berarti masih dalam suasana pandemi. Maka seluruh proses, katakanlah salat Magrib, Isya, Tarawih harus memakai prokes yang baik," kata JK di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini juga berpesan agar masjid selalu dijaga. Untuk itu, dia meminta pengurus rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih. Hal itu demi menjamin kesehatan umat Islam ketika menjalani rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan.

"Kedua, harus selalu tiap hari membersihkan masjid dan itu akan kita bagikan peralatan kebersihan ke masjid masjid agar dalam bulan Ramadhan ini betul-betul masjid itu suci, suci daripada kesehatan dan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Menurut JK, masjid saat ini memiliki fungsi yang lebih dari sekadar rumah ibadah. Masjid, sebutnya, bisa menjadi pusat pendidikan, penanganan pandemi COVID-19, hingga memberikan suasana damai bagi masyarakat.

"Kami mengharapkan masjid ini di samping tempat ibadah, pendidikan, juga memberikan suasana damai bagi masyarakat apa lagi dalam suasana pandemi ini juga berfungsi sebagai tempat pengamanan, kalau perlu tempat vaksinasi karena mempunyai halaman yang luas, ada masjid yang mempunyai tempat yang bersih. Itu dapat dilakukan secara bersama-sama," terangnya.

"Juga tempat pengungsian kalau terjadi banjir atau bencana lainnya. Masjid memiliki fungsi yang beragam sebagai bantuan atau kebutuhan umat dapat terpenuhi. Itu lah harapan saya sekali lagi atas acara ini," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan DKI membantu sejumlah rumah ibadah dan semua agama dalam program Bantuan Operasional Tempat Ibadah. Anies menyebut angkanya Rp 2 juta per bulan untuk masjid.

"Rp 1 juta untuk yang kecil seperti musala. Ini untuk semua agama dan dilakukan di semua tempat. Begitu juga dengan para pekerja agama mereka mendapatkan bantuan Rp 500 ribu, jadi harapannya menjadi salah satu pendukung bagi kegiatan keagamaan dan kita ingin semua merasakan perasaan kesetaraan di dalam kegiatan keagamaan di Jakarta itu aja," ucap Anies.

(idn/idn)