ADVERTISEMENT

MK Diskualifikasi Pemenang Pilbup Boven Digoel Imbas Masa Jeda Mantan Terpidana

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 12:25 WIB
Anwar Usman
Ketua MK Anwar Usman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan pemenang Pilbup Boven Digoel Papua, Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba. MK menyebut Yusak Yaluwo belum menyelesaikan masa jeda 5 tahun bagi mantan terpidana untuk maju pilkada.

Gugatan hasil Pilkada Boven Digoel ini sebelumnya diajukan oleh lawan Yusak Yaluwo-Yakob Weremba, yaitu pasangan nomor urut 3, Martinus Wagi dan Isak Bangri. MK mengabulkan gugatan ini.

"Amar putusan dalam pokok permohonan, mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan batal berlakunya keputusan KPU Kabupaten Boven Digoel Nomor 1/PL.02.06-Kpt/9116/KPU-Kab/I/2021 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel tahun 2020 bertanggal 3 Januari 2021," kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan melalui YouTube MK RI, Selasa (23/3/2021).

Alasan MK mendiskualifikasi pasangan Yusak-Yakob adalah Yusak Yaluwo belum selesai melewati masa jeda 5 tahun bagi mantan narapidana untuk mencalonkan diri di pilkada. Dengan demikian, pasangan itu dinyatakan belum memenuhi syarat.

"Menyatakan diskualifikasi pasangan calon nomor urut 4 atas nama Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba yang ditetapkan berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Boven Digoel Nomor 34/PL.02.3-Kpt/9116/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan pasangan calon Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba sebagai peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel tahun 2020," ujarnya.

Mahkamah dalam pertimbangannya mengatakan Yusak Yaluwo ternyata belum melewati masa jeda 5 tahun pada waktu mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Boven Digoel tahun 2020 karena masa jeda 5 tahun baru berakhir setelah tanggal 26 Januari 2022. Dengan demikian proses pendaftaran pasangan calon yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 6 September 2020 yang telah menetapkan pihak terkait sebagai pasangan calon peserta Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel tahun 2020 nomor urut 4 adalah tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat 2 huruf g UU 10 tahun 2016, yang pelaksanaannya diatur dalam ketentuan Pasal 4 ayat 1 huruf f dan ayat 2a PKPU 1/2020.

"Selanjutnya terhadap pasal 7 ayat 2 huruf g UU 10/2016 telah diputus oleh Mahkamah dalam putusan MK nomor 56/PUU-XVII/2019 bertanggal 11 Desember 2019 karena Calon Bupati nomor urut 4 Yusak Yaluwo tidak memenuhi syarat pencalonan oleh karenanya terhadap yang bersangkutan harus didiskualifikasi dari pencalonan sebagai Peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel tahun 2020," ungkapnya.

Kembali ke putusan MK, hakim juga memerintahkan KPU Provinsi Papua selaku KPU Kabupaten Boven Digoel untuk melakukan pemungutan suara ulang Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel dalam dalam jangka waktu paling lama 90 hari kerja sejak putusan ini diucapkan tanpa mengikutsertakan Pasangan Calon Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba .

"Untuk selanjutnya, hasil pemungutan suara ulang tersebut ditetapkan oleh Termohon dan diumumkan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa harus melaporkan kepada Mahkamah," ucap Anwar.

Kemudian Mahkamah juga meminta KPU RI untuk melakukan supervisi dan koordinasi terhadap KPU Papua selaku KPU Kabupaten Boven Digoel. Serta meminta Bawaslu RI untuk melakukan supervisi dan koordinasi dengan Bawaslu Papua dan Bawaslu Boven Digoel dalam rangka pelaksanaan amar putusan ini.

Mahkamah juga meminta kepolisian dan TNI serta jajarannya, khususnya Kepolisian Daerah Provinsi Papua dan Kepolisian Resor Kabupaten Boven Digoel, Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih untuk membantu pengamanan proses pemungutan suara ulang Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel sesuai dengan kewenangannya.

Putusan ini sekaligus menegaskan kembali Putusan MK nomor 56/PUU-XII/2019 tentang syarat jeda 5 tahun bagi mantan narapidana ikut Pilkada.

Sebelumnya, KPU Provinsi Papua menetapkan pasangan nomor urut empat, Yusak Yaluwo-Yakob Weremba, meraih suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Boven Digoel 2020. Pasangan Yusak-Yakob meraih 16.319 suara atau 52,87 persen dari 31.520 suara sah pada Pilkada Kabupaten Boven Digoel.

"Hasil tersebut merupakan hasil akhir dari tahapan rekapitulasi penghitungan yang dilakukan sejak 2 Januari 2021," kata Ketua KPU Papua Theodorus Kossay melalui telepon selulernya di Jayapura, Senin (14/1/2021), seperti dilansir Antara.

Lihat juga video '18 Kasus Teror Dilakukan KKSB Sepanjang Februari 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT