Juliari Bantah Perintahkan Anak Buah Potong Fee Bansos Corona Rp 10 ribu

Zunita Putri - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 21:43 WIB
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mendatangi KPK. Juliari akan menjalani pemeriksaan perdana kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Corona.
Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara membantah pengakuan dua anak buahnya, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, yang mengaku diperintah olehnya untuk memungut fee bansos Corona Rp 10 ribu per paket. Seperti apa?

"Tidak pernah (instruksikan memungut fee bansos)," ujar Juliari saat bersaksi dalam sidang secara virtual di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2021).

Dia juga membantah meminta biaya operasional dari dana bansos Corona. Juliari Batubara mengaku sering memanggil anak buahnya itu untuk membicarakan perkembangan penyaluran bansos, tapi tidak membahas fee.

"Saya dengan anak buah saya terbuka, tapi untuk eselon 1 dan 2, Adi keluar masuk (ruangan) biasa. Kalau panggil khusus laporan begitu pasti saya minta laporan bersama-bersama," jelasnya.

"Adi dan Joko mengumpulkan fee? Apakah saksi pernah menginstruksikan nama-nama penyedia bansos?" tanya jaksa KPK.

"Tidak pernah," sebut Juliari.

Juliari Jelaskan Mekanisme Pembayaran Vendor Bansos

Selain itu, Juliari Batubara mengungkapkan mekanisme pembayaran vendor bansos Corona. Juliari mengatakan setiap vendor wajib memiliki dana yang cukup jika ingin menjadi penyedia bansos. Kenapa?

"Yang pasti gini, penyedianya harus keluar modal dulu, baru nanti kalo dokumen-dokumennya sudah lengkap bisa ditagih kepada Kemensos, dan kalau dokumennya dicek lengkap, dibayar," ujar Juliari.

Menurut Juliari, sistem penunjukan vendor itu ada di dirjen dan PPK bansos. Dia mengatakan setiap swasta yang ingin menjadi vendor bansos keuangannya harus baik. Jika tidak, kata Juliari, tidak akan mampu.

"Artinya memang program ini kan dengan anggaran sebesar itu, tentunya saya yakin bahwa siapa pun yg mau ikut serta, partisipasi di program tersebut sudah harus bisa mengukur kemampuan keuangannya, karena itu tadi, ini kerja dulu, baru dibayar kan gitu. Sehingga kalau ada perusahaan-perusahaan yang merasa tidak mampu, saya kira tentunya dia agak kesulitan mengerjakan program seperti ini," jelas Juliari.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Penyuap Juliari Didakwa Beri Suap Masing-masing Rp 1,28 M dan Rp 1,95 M':

[Gambas:Video 20detik]