BKSDA Sumut Ungkap Momen Petugas Dilempari Batu Saat Sita Orang Utan

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 18:55 WIB
Orang utan Sumatera direpatriasi dari Malaysia dan Thailand dan tiba di Medan pada 18 Desember 2020. (Photo by Muhammad Zulfan Dalimunthe / AFP)
Ilustrasi orang utan (Foto: AFP/MUHAMMAD ZULFAN DALIMUNTHE)
Medan -

Penyitaan orang utan di Binjai, Sumatera Utara (Sumut), berakhir ricuh. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut pun mengungkap momen kericuhan tersebut.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Teguh Setiawan, mengatakan peristiwa itu berawal saat pihaknya mendatangi sebuah rumah tokoh masyarakat di Binjai untuk menyita orang utan yang merupakan satwa dilindungi. Awalnya proses penyitaan itu berjalan lancar meski orang utan belum berhasil mereka bawa.

"Tadi pagi, kami BKSDA Sumatera Utara dan TNGL bersama mitra kerja kami OIC dan Sumeko itu melakukan evakuasi orang utan dari salah satu rumah tokoh masyarakat Kota Binjai. Situasi kondusif, hanya saja si pemilik rumah minta waktu satu minggu, nanti menyerahkan langsung ke BKSDA. Kita pegang janji itu," ucap Teguh kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Teguh mengatakan karena sudah berjanji, mereka kemudian pergi meninggalkan rumah itu. Tidak jauh dari rumah, mereka kemudian diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

"Ketika keluar dari rumah itu, sekitar 500 (meter) sampai 1 kilometer, dilempari mobil kita oleh orang yang tidak dikenal," ucapnya.

Atas pelemparan itu, kaca mobil milik BBKSDA pecah. Mereka pun membuat laporan polisi atas kejadian itu.

"Lagi proses pembuatan laporan, terkait perusakan," jelas Teguh.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang diterima detikcom, kericuhan disebut berawal saat petugas BKSDA Sumut akan melakukan penyitaan orang utan. Ormas yang ada di lokasi itu disebut menolak menyerahkan anak orang utan dan melempari petugas hingga kaca mobil yang ditumpangi pecah.

Petugas yang ada di lokasi kemudian melarikan diri di Markas Brimob Binjai. Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, menyebutkan pihaknya baru menerima informasi tersebut.

"Dapat informasi barusan pihak BKSDA sudah kembali ke Medan melaporkan ke atasannya," ujar Siswanto saat dimintai konfirmasi.

Tonton juga Video: Berguling ala Bayi Orang Utan, Kalimantan

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)