Demokrat Sulsel Bakal Polisikan Pihak yang Gunakan Atribut PD

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 15:52 WIB
Ketua Demokrat Sulsel, Nimatullah Erbe
Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta -

DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Selatan berkumpul menandatangani akta kepengurusan di depan notaris sebagai bukti mereka di bawah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pengurusan yang sah. Pihaknya juga akan menempuh jalur hukum jika ada pihak lain yang menggunakan atribut Partai Demokrat.

"Jadi seperti itu, ini kan sebenarnya penandatanganan di notaris hanya formalisasi saja, sebetulnya sudah pernah DPC ini membuat surat pernyataan loyal cuman kita mau, karena kita mau kita bawa ke Kemenkumham, kita mau ini sah menjadi keputusan partai dan ketua DPC bertanda tangan dalam kapasitas sebagai ketua DPC," kata Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah di kantor DPD Demokrat, Makassar, Senin (22/3/2021).

Aksi tanda tangan di depan notaris ini, kata Ni'matullah, untuk membuktikan surat resmi ketua DPC, sehingga Kemenkumham dapat memiliki perbandingan dengan dokumen Demokrat versi KLB. Seluruh kepengurusan Demokrat disebutkannya memiliki surat keputusan (SK).

"AD/ART jelas pemegang suara sah itu ketua DPD dan ketua DPC, jadi ketuanya pemegang suara sah, bukan pengurus. Jadi itulah kita bawa dan bantu Kemenkumham, mungkin datanya tidak lengkap kita bawakan ini," terangnya.

Dia juga menegaskan bahwa kepengurusan yang sah dan diakui negara saat ini adalah Demokrat yang dipimpin AHY, sehingga jika ada pihak yang membentuk kepengurusan pihaknya maka hal itu adalah ilegal.

"Sehingga apabila ada pihak yang membentuk struktur baik DPD dan DPC itu jelas jelas melawan keputusan negara. Melawan undang undang. Kedua, lambang identitas partai sudah terdaftar di HAKI atas nama ketua umum AHY, jadi siapa pun tidak boleh menggunakan lambang identitas partai tanpa izin kita," kata Ni'matullah.

"Kalau ada orang yang memasang itu melanggar Haki, kami bisa melakukan upaya hukum, melaporkan ke pihak polisi atau Kemenkumham," tambahnya.

Lihat juga Video: Bikin Video Podcast, SBY Singgung 'Sahabat' yang Sangat Melukai

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/eva)