Gubsu soal Vaksin AstraZeneca: Saya Saat Ini Menggunakan Sinovac

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 15:29 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmyadi (kemeja putih)/Ahmad Arfah-detikcom
Foto: Gubernur Sumut Edy Rahmyadi (kemeja putih)/Ahmad Arfah-detikcom
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi bicara soal vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan tak mengkaji soal vaksin tersebut sehingga tidak menganjurkan penggunaannya.

"Saya tak mengkaji itu, karena saya saat ini menggunakan vaksin Sinovac. Saya tidak menganjurkan itu, karena saya tidak tahu," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Senin (22/3/2021).

Edy mengatakan ada ahli-ahli yang telah mengkaji soal vaksin. Edy mengatakan ahli yang dipercayainya menggunakan vaksin Corona dari Sinovac.

"Tapi saat ini ahli-ahli yang kita bisa pastikan, ahli yang kita percayai menggunakan vaksin Sinovac," ucapnya.

Edy kemudian berbicara soal penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sumut. Dia mengklaim PPKM di Sumut mengurangi angka pasien yang terpapar virus Corona.

"Yang biasanya kita sampai 140-160, minggu yang lalu kita turun sampai 90, 80 dan sekarang 50 sudah. Tapi bukan terus kita selesai, tidak, ini virus. 6 kabupaten yang cukup signifikan perkembangannya, bisa kita tekan," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin COVID-19 AstraZeneca dinyatakan haram karena mengandung unsur babi. Namun MUI masih membolehkan penggunaan vaksin tersebut karena dalam keadaan darurat.

"Berdasarkan laporan LPPOM, audit LPPOM terhadap vaksin AstraZeneca itu memang ditemukan ada mengandung unsur dari babi, sehingga Komisi Fatwa dengan temuan LPPOM seperti itu menetapkan fatwa haram vaksin AstraZeneca tersebut. Namun, dalam fatwa itu kemarin, walaupun itu haram, dibolehkan untuk digunakan karena dalam kondisi darurat," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah kepada wartawan, Jumat (19/3).

Lihat Video: Usai Divaksin, Ketua MUI Jatim Harap Santri Juga Disuntik AstraZeneca

[Gambas:Video 20detik]