HNW Ceritakan Tempat di NTT yang Erat Kaitannya dengan Bung Karno

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 14:37 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengajak masyarakat untuk terus mempelajari dan menggali nilai-nilai empat pilar MPR RI. Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperdalam pengetahuan ini, di antaranya mengikuti sosialisasi, maupun aktif mencari literatur serta sejarah menyangkut perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dia menuturkan pemahaman yang baik terhadap empat pilar akan menimbulkan kecintaan kepada bangsa dan negara. Oleh karenanya, kata dia, agar kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negaranya tumbuh maka setiap warga negara perlu mengetahui dan memahami empat pilar ini yang salah satunya berhubungan dengan Pancasila.

"Ada satu tempat di NTT, ini yang berhubungan langsung dengan upaya Soekarno menggali dan mencari nilai-nilai tentang Pancasila. Saat ini tempat tersebut diabadikan sebagai Taman Renungan Bung Karno dan terletak di Ende NTT. Di tempat itulah, di bawah pohon sukun yang menghadap ke laut, Soekarno menemukan nilai-nilai tentang Pancasila," ujar HNW dalam keterangannya, Senin (22/3/2021).

Hal ini dia ungkapkan saat Sosialisasi Empat Pilar dengan Yayasan Citra Cendana Kupang. Acara tersebut berlangsung di Hotel NEO Eltari Kupang, Minggu (21/3) malam. HNW hadir secara virtual. Turut hadir pada acara tersebut, anggota MPR RI FPKS Johan Rosihan serta Ketua Yayasan Citra Cendana Kupang Reiner Ishaq Lerrick.

Lebih lanjut, kata HNW, dalam pengasingannya di Ende, Soekarno berhubungan dan bertukar pikiran dengan berbagai kelompok suku bangsa, termasuk tokoh berbagai latar belakang agama. Semua itu membantunya dalam menemukan dasar dan ideologi Pancasila.

Dia pun berharap anggota masyarakat yang sudah mengikuti sosialisasi empat pilar ini dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat yang belum mengikuti sosialisasi.

Sebelumnya, Anggota MPR RI FPKS Johan Rosihan mengatakan, Indonesia adalah negara yang besar dan beragam. Sebagai negara yang beragam, Indonesia memiliki potensi perpecahan yang besar pula. Tetapi, hingga kini persatuan dan kesatuan Indonesia masih bertahan, salah satunya berkat empat pilar MPR RI.

"Para pendiri bangsa telah memberi contoh bagaimana menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah mufakat. Soekarno, Moh. Yamin dan Soepomo adalah tiga orang yang ikut memberikan pemikiran soal Pancasila. Tetapi ketiganya tidak pernah memaksakan pemikirannya sendiri yang harus diterima. Bahkan, ketiganya tunduk dan patuh terhadap hasil keputusan bersama," jelasnya.

(prf/ega)