Bareskrim Sudah Kantongi Bukti soal Kasus Dugaan Unlawful Killing Laskar FPI

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 12:33 WIB
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Dok. Bareskrim Polri)
Jakarta -

Kasus dugaan unlawful killing terhadap 4 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh 3 anggota Polda Metro Jaya di peristiwa 'Km 50' telah naik ke tahap penyidikan. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyebut sudah ada bukti-bukti yang dikantongi.

"Saya rasa sudah ya (bukti)," ujar Agus kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Dia juga menyebut penyidikan yang dilakukan saat ini berpotensi penetapan tersangka. Namun Agus mengatakan mekanisme itu harus diawali dengan gelar perkara terlebih dulu.

"Penyidikan sudah untuk penetapan tersangka. Andai pun belum ya pasti akan sampai ke sana. Mekanisme itu pada penyidik dan selalu diawali dengan gelar perkara bersama tim Kejagung," terangnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan telah menyelidiki dugaan pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat anggota laskar FPI. Ada tiga polisi yang berstatus terlapor dalam perkara ini.

"LP kan sudah dibuat, tentu jaksa menunggu. Kita lakukan penyelidikan dulu untuk temukan bukti permulaan. Kan permulaan dulu baru bisa ditentukan naik sidik (penyidikan)," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (3/3).

Dalam peristiwa 7 Desember 2020 itu, ada enam anggota laskar FPI yang tewas. Andi menjelaskan, dugaan unlawful killing ini bukan terhadap semua laskar FPI yang tewas dalam insiden Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, melainkan empat anggota laskar yang sempat diamankan di dalam mobil polisi.

Keempat anggota laskar FPI itu akhirnya tewas di dalam mobil karena mencoba melawan petugas. Penyelidikan terhadap tewasnya empat laskar FPI itu mengarah ke tiga anggota Polda Metro Jaya yang diduga melakukan unlawful killing.

"Kalau di unlawful killing itu artinya adalah anggota Polri yang membawa empat orang," kata Andi.

Tonton video 'Blak-blakan, Ada Eksekutor Lain dalam Pembunuhan Laskar FPI':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)