BMKG Sebut Gempa di Ternate Maluku Utara Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Antaranews - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 23:55 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran gempa. Ilustrasi gempa bumi
Foto: Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang Ternate, Maluku Utara (Malut). Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa tersebut terjadinya akibat adanya aktivitas sesar lokal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," dilansir Antara, Sabtu (20/3/2021).

Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi memiliki mekanisme mendatar. BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi M 5,4.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,07 LU dan 126,95 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah barat laut Kota Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 37 km," ujarnya.

Gempa tersebut dirasakan di Ternate, Halmahera Barat dan Tidore. Kekuatan yang dirasakan dari gempa itu III MMI.

"Hasil pemantauan BMKG hingga Sabtu, pukul 22.30 WIB menunjukkan dua aktivitas gempa bumi susulan atau 'aftershock'," katanya.

Bambang mengimbau kepada warga untuk tidak terpengaruh dengan adanya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dia meminta kepada warga untuk mengecek kondisi bangunan terlebih dahulu apakah ada kerusakan atau tidak sebelum kembali ke rumah.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang Ternate, Maluku Utara. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Informasi itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter resminya @infobmkg. Gempa terjadi sekitar pukul 22.02 WIB, Sabtu (20/3/2021).

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.

(man/man)