Ironi Diksar Pencinta Alam di Sulsel Berujung Hilangnya 2 Nyawa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 21:08 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Makassar -

Pendidikan dasar (diksar) pencinta alam di Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Satu peserta diksar komunitas pencinta alam (KPA) asal Luwu Timur (Lutim) tewas setelah diduga mendapat kekerasan panitia diksar, dan satu peserta diksar mahasiswa pencinta alam (mapala) IAIN Bone tewas dengan sejumlah lebam di tubuh setelah mengikuti diksar.

Di Luwu Timur, seorang pemuda Rifaldi (17) mengikuti diksar KPA Sanggar Kreatif Anak Rimba di wilayah Kecamatan Burau, Lutim, sejak Senin (8/3) lalu. Saat diksar memasuki hari kelima, yakni Sabtu (13/3), korban dilaporkan tiba-tiba terjatuh di lokasi.

Sebelum terjatuh, Rifaldi sempat mengeluh pegal-pegal dan mengaku sakit pada tulang ekor. Korban sempat dievakuasi ke puskesmas terdekat karena kondisinya yang memburuk. Tapi korban meninggal tak lama setelah dilarikan di puskesmas.

"Korban meninggal saat diberi perawatan medis di puskesmas," ujar Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Polisi, yang turun tangan menyelidiki kematian korban, menemukan bahwa korban menerima sejumlah kekerasan saat diksar. Kekerasan itu disebut terjadi di setiap pos pengkaderan.

"Hasil pemeriksaan di setiap pos terjadi kekerasan kepada peserta oleh panitia," kata Indratmoko.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.