Dorong Konsumsi Ikan di Magelang, KKP Gelar Pelatihan Olahan Nila

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 13:48 WIB
KKP
Foto: KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong kampanye konsumsi ikan di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Hal ini mengingat Jawa Tengah memiliki Angka Konsumsi Ikan (AKI) yang cukup rendah.

Terkait hal ini, Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan KKP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal menggelar 'Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan' bagi masyarakat perikanan di Kabupaten Magelang pada 18-19 Maret 2021.

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja berharap pelatihan ini dapat meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat sehingga daya tahan tubuh meningkat. Pasalnya, ikan merupakan bahan pangan kaya gizi dan tinggi omega 3 dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya.

"Ikan mengandung protein tinggi dan asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Di samping itu, nilai biologisnya mencapai 90%, dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna oleh tubuh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3/2021).

"Gizinya yang tinggi juga berperan dalam mencegah stunting," imbuhnya.

Dihadiri oleh 100 peserta, Sjarief menjelaskan dalam pelatihan ini peserta dibekali dengan materi pembuatan sambal tomat lele, kaki naga, dan bakso ikan. Selain itu, peserta juga akan dilatih mengenai teknik pengemasan dan pemasaran produk olahan.

Ia menyebut seluruh materi diberikan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat berbagai olahan produk ikan lele dan ikan nila. Terlebih, kedua jenis ikan tersebut merupakan produk unggulan Kabupaten Magelang yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sjarief menyatakan pelatihan tersebut juga sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam membangun SDM yang terampil, berpengetahuan, dan tanggap teknologi.

"Melalui serangkaian pelatihan, KKP berupaya membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, dan berwawasan luas di bidang kelautan dan perikanan. Hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam membangun SDM yang terampil dan berdaya saing," paparnya.

Di sisi lain, Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilya Pregiwati mengungkapkan meskipun jumlah produksi perikanan budidaya di Kabupaten Magelang cukup tinggi, tetapi angka konsumsinya masih rendah. Pada tahun 2019, tercatat angka produksi ikan untuk komoditas ikan lele dan nila mencapai lebih dari 5.000 ton/tahun. Sementara itu, angka konsumsi ikan hanya sebesar 19,71 kg/kapita/tahun.

Lilly menjelaskan angka tersebut jauh di bawah AKI Provinsi Jawa Tengah sebanyak 33,71 kg/kapita/tahun dan AKI nasional yakni 54,49 kg/kapita/tahun pada saat itu. Menurutnya, kondisi ini salah satunya disebabkan kurangnya inovasi olahan produk ikan yang menarik minat masyarakat.

"Diversifikasi produk olahan ikan di Kabupaten Magelang ini masih cukup awam, padahal potensi budidayanya melimpah. Masyarakat perlu dilatih mengolah produk perikanan di daerahnya menjadi produk yang bernilai tambah sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat," jelasnya.

"Misalnya kalau kita perhatikan, walaupun konsumsi ikan masyarakat Magelang masih rendah, sebenarnya masyarakat ini sering mengonsumsi sambal olahan ikan dengan lauk tahu dan tempe. Hal ini membuktikan variasi olahan ikan lebih diminati dibandingkan jika hanya dimasak sebagai lauk makan besar saja," tambahnya.

Oleh karena itu, Lilly mengatakan pelatihan ini merupakan upaya untuk memaksimalkan usaha perikanan untuk komoditas nila di Kabupaten Magelang. Apalagi Kabupaten Magelang terpilih sebagai sentra kampung bioflok nila melalui program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang tengah mengembangkan kampung-kampung budidaya di daerah.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina menyebut potensi terbesar usaha perikanan di Kabupaten Magelang berada pada ikan air tawar. Hal ini mengingat Kabupaten Magelang merupakan daerah yang tidak berdekatan dengan laut namun dilalui oleh sungai-sungai.

"Kabupaten Magelang merupakan daerah yang tidak berdekatan dengan laut namun dianugerahi oleh sungai-sungai sebagai penyalur ikan air tawar. Masyarakat perlu melihat hal ini sebagai peluang untuk rumah tangga kecil dan menengah dalam membuka usaha perikanan," ujarnya.

Simak juga 'KKP Tanam Mangrove Seluas 168 Hektare di Banten':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)