ADVERTISEMENT

Dorong Kampung Nelayan Maju, KKP Siapkan Pelatihan Bubu Lipat di Belitung

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 13:10 WIB
bubu nelayan
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan inovasi teknologi alat penangkapan ikan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan. Salah satunya melalui inovasi rekayasa bubu lipat hasil inovasi teknologi Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, yang akan digunakan para nelayan Belitung.

Kepala BBPI Semarang Widodo mengatakan upaya ini sejalan dengan rencana KKP untuk menjadikan Belitung lokasi pengembangan dan pembangunan kampung nelayan maju. Di samping itu, mayoritas nelayan Belitung saat ini juga masih menggunakan bubu tradisional dari bambu, yang berukuran dan tidak tahan lama.

"Kita siapkan bubu lipat yang terbuat dari besi galvanis, kawat dan tali berjenis Polyethylene (PE) dan Polyamide (PA). Bisa dilipat, lebih ringkas dan tidak memerlukan banyak tempat di atas kapal perikanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021).

Lebih lanjut Widodo menjelaskan jenis bubu lipat ini juga memiliki karakteristik yang kuat dan tahan lama. Sehingga tidak membutuhkan biaya besar untuk pemeliharaannya.

Ia juga menyebut kegiatan ini juga sejalan dengan program Menteri Trenggono untuk menyejahterakan nelayan. Salah satunya yaitu dengan memberikan pendampingan dan pelatihan teknis penggunaan alat penangkapan ikan.

"Kami siap membantu para nelayan dengan inovasi teknologi alat penangkapan untuk meningkatkan hasil tangkapan. Sebelumnya nelayan Natuna juga pernah kita latih dengan model bubu lipat yang sama dan responsnya positif," ungkapnya.

Terkait hal ini, Widowo menyampaikan bahwa pihaknya terbuka jika ada nelayan yang ingin memanfaatkan teknologi inovasi alat penangkapan ikan ramah lingkungan sesuai karakteristik perairan di daerahnya.

"Silakan diusulkan ke kami, sudah menjadi tugas BBPI Semarang untuk melaksanakan penerapan dan pengembangan teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

(mul/mpr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT