SPN Polda Metro Latih 1.000 Bhabinkamtibmas Dampingi Warga di Kampung Tangguh

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 23:07 WIB
Bhabinkamtibmas diajari bagaimana cara budidaya lele di SPN Polda Metro Jaya.
Bhabinkamtibmas diajari bagaimana cara budidaya lele. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Bhabinkamtibmas mempunyai peran penting dalam menyukseskan program Kampung Tangguh Jaya. Bhabinkamtibmas menjadi yang terdepan dalam upaya menggelorakan program Kampung Tangguh Jaya ini.

Untuk membuat anggota Bhabinkamtibmas ini mampu menggelorakan ketahanan warga di masa pandemi, Polda Metro Jaya membekalinya dengan sejumlah pelatihan khusus. Total ada 1.047 anggota Bhabinkamtibmas yang diberi pelatihan di SPN Polda Metro Jaya ini.

"Kita harus pandai menyesuaikan diri di masa pandemi COVID-19 ini. Bhabinkamtibmas yang merupakan bagian dari Polri juga harus cepat beradaptasi, menguasai hal apa yang mereka bisa berikan, perbuat untuk masyarakat. Untuk menyukseskan program KTJ, Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat perlu dibekali kemampuan," jelas Kepala Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya Kombes Toni Harsono kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).

Ada tujuh materi pelatihan yang diberikan kepada personel Bhabinkamtibmas, yakni entry screening dan SOP Kampung Tangguh Jaya; problem solving; epidemiologi; polisi humanis; dukungan psikososial bagi Bhabinkamtibmas; testing dan tracing; serta community partnership.

Untuk menyukseskan ketahanan pangan warga di Kampung Tangguh Jaya, Bhabinkamtibmas juga diberikan pelatihan budi daya lele, pupuk organik, hingga kebun hidroponik. Jadi, Bhabinkamtibmas diharapkan bisa menggerakkan kemandirian masyarakat.

"Dengan harapan Bhabinkamtibmas bisa menggerakkan masyarakat dalam konsep Kampung Tangguh jaya ini," imbuh Toni.

Pelatihan dilakukan sejak 18 hingga 30 Maret 2021. Selama pelatihan ini, Bhabinkamtibmas tidak hanya diberi materi berupa teori, tapi juga mempraktikannya.

"Kalau kita hanya berteori, mudah. Nah tapi bagaimana praktiknya? Bagaimana aplikasi dari pelatihan ini di lapangan nanti? Oleh karena itu, mereka tidak hanya mendengarkan materi, tapi juga mempraktikkan materi yang sudah diberikan. Jadi diharapkan pelatihan ini benar-benar membuat para Binmas, Bhabinkamtibmas mampu mengembangkan peran mereka, bahkan kalau mampu sampai membuat terobosan, hal positif yang out of the box," ungkap Toni.

Toni mencontohkan ketika Bhabinkamtibmas harus memperagakan cara mereka menyampaikan problem solving ke masyarakat. Begitu juga saat dilatih membudidayakan tanaman hidroponik, para Bhabinkamtibmas diminta mempraktikkan cara mereka menanam tanaman hidroponik.

"Supaya kita tahu ini pelatihan terserap betul-betul atau tidak, tiap materi kita minta peserta untuk mempraktikkan ulang. Sehingga saat mereka berada di tengah masyarakat untuk menggerakkan ketahanan pangan, ekonomi, dan ketahanan kesehatan, mereka bisa menjadi contoh nyata," tandas Toni.

Kampung Tangguh Jaya yang merupakan hasil sinergi TNI dan Polri, diklaim mampu menekan angka penularan COVID-19. Sejak pertama kali digagas oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, hingga saat ini sudah berdiri 1.026 Kampung Tangguh Jaya di tingkat RW di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

(mea/fjp)