Periksa Nurdin Abdullah, KPK Dalami soal Tugas Jabatan-Kepemilikan Harta

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 21:44 WIB
Nurdin Abdullah
Foto: Nudin Abdullah (Farih/detikcom).
Jakarta -

Tim Penyidik KPK memeriksa Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) terkait kasus dugaan suap proyek di Sulsel. Penyidik mendalami soal tugas jabatan dan kepemilikan harta kekayaannya.

Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan Nurdin diperiksa hari ini, Jumat (19/3). Dia diperiksa bersama tersangka penerima suap Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat (ER), dan tersangka Agung Sucipto (AS) selaku penyuap.

"Untuk tersangka NA dan tersangka ER dikonfirmasi masing-masing antara lain mengenai tugas jabatannya dan kepemilikan harta kekayaan selaku penyelenggara negara," kata Ali kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).

Sementara itu, tersangka Agung Sucipto selaku penyuap Nurdin dikonfirmasi mengenai kegiatan usahanya sebagai kontraktor.

"Tersangka AS dikonfirmasi terkait dengan kegiatan usaha yang bersangkutan sebagai salah satu kontraktor di Sulsel," ujarnya.

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. Selain Nurdin, ada dua pihak lain yang ditetapkan menjadi tersangka. Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Sedangkan Agung Sucipto menjadi tersangka sebagai penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, di mana sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2