Pesan Aprilio Manganang ke Pengidap Hipospadia: Jangan Takut, Kita Harus Jujur

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 17:30 WIB
Pengadilan Negeri Tondano memutuskan status jenis kelamin Serda Aprilio Perkasa Manganang berganti menjadi laki-laki. Aprilio terlihat bahagia dengan utusan tersebut.
Serda Aprilio Manganang (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Serda Aprilio Perkasa Manganang memberikan pesan kepada para pengidap hipospadia. Dia mengajak orang-orang sepertinya tidak takut dan jujur.

"Pesan-pesannya, orang seperti saya tak usah takut. Karena kita tahu sendiri kondisi kita dan kita harus jujur," ujar Aprilio Manganang di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021).

Selain itu, Aprilio Manganang ingin menjadi seorang pembicara. Dia ingin menceritakan mengenai apa yang dideritanya saat ini perlu mendapat dukungan dari orang lain.

"Saya juga sempat berpikir jadi pembicara buat orang-orang seperti saya. Karena buat saya itu penting banget. Karena mereka juga manusia yang berhak bahagia dan butuh dorongan dari kita," ucapnya.

"Saya sendiri sudah cukup merasakan selama 28 tahun itu menutupi diri. Karena saya tidak berani menceritakan kondisi saya. Karena saat itu setiap orang pasti mendengarnya berbeda-beda dan setelah peristiwa ini, saya jadi berpikir bahwa kalian berhak untuk menunjukkan siapa diri kalian. Tidak usah khawatir, yang penting kita jujut berani, itu yang terpenting," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa berharap peristiwa ini dapat menginspirasi orang lain. Andika menyebut kakak Aprilio, Amasya Manganang, juga telah terinspirasi untuk terbuka dan memeriksakan diri.

"Karena kakaknya, Amasya, dan mengalami hal yang sama dan berani. Berani kenapa? Karena dia (Aprilio) sudah memulai. Jadi Amasya, ini kan datang hari Sabtu kemarin berarti tanggal 13. Dia corrective surgery pertama tanggal 1. Jadi 13 hari setelah dia operasi datang dari bintang Kalimantan," ucap Andika.

"Nah, hari Selasa malam, tiga hari setelah di sini mungkin setelah ngomong-ngomong, baru menghadap saya dan tadi langsung mengeluarkan isi hatinya. Pak kalau boleh saya juga ingin diperiksa. Berarti kan apa yang tadi Mas tanya berarti seperti memberi jalan inspirasi kepada yang lain bernasib sama dan kebetulan setelah dilakukan pemeriksaan dua hari. Rabu dan kemarin ternyata sama, dia laki-laki dan yang dialami kelainan hipospadia. Ini makanya 3 tahun lebih tua tapi terinspirasi," sambung Andika.

Seperti diketahui, Serda Aprilio Perkasa Manganang awalnya mengidap hipospasdia, yaitu kelainan pada alat kelamin. Akibatnya, dia disangka perempuan sejak lahir dan sempat pula menjadi atlet voli putri.

Dengan bantuan KSAD, pria ini kemudian diperiksa di RSPAD dan menjalani operasi korektif. Dia juga mengajukan perubahan data administrasi kependudukan berupa nama dan jenis kelamin. Hasilnya, permohonannya dikabulkan.

(man/imk)