Gorontalo Sukses Ekspor 4.708,6 kg Produk Perikanan, Ini Rinciannya

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 22:59 WIB
KKP
Foto: KKP
Jakarta -

Sebanyak 447 ekor kepiting bakau hidup dari Gorontalo berhasil menembus pasar Singapura. Ekspor komoditas kepiting bakau tersebut merupakan ekspor perdana dari UMKM berbentuk usaha dagang yaitu UD Mulia Abadi.

"Kita bersyukur, berkat sinergitas dan kerja sama yang intens antara BKIPM, pelaku usaha dan Bea Cukai, kesempatan ekspor kini semakin terbuka, termasuk oleh UMKM," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina dalam keterangan tertulis, Kamis (18/3/2021).

Rina memastikan, dalam kegiatan ini juga diserahkan Health Certificate (HC) dan Nota Pelayanan Ekspor kepada perwakilan eksportir. Penyerahan dilakukan secara dan simbolis oleh Kepala Stasiun KIPM Gorontalo dan Kepala Kantor Bea dan Cukai Gorontalo.

"Semoga ini menjadi awal yang baik dan semoga ekspor dari Gorontalo kian meningkat," ujarnya.

Sementara itu Kepala SKIPM Gorontalo, Hamzah memaparkan selama Februari telah terjadi 25 pengiriman produk perikanan dari Gorontalo ke pasar ekspor. Total volume yang diekspor mencapai 4.708,6 kg senilai US$ 19.298,78.

"Jepang dan Singapura menjadi dua negara tujuan utama ekspor dariGorontalo," imbuh Hamzah.

Khusus Jepang, frekuensi pengiriman di bulan Februari mencapai 10 kali dengan jumlah 2.561,2 kg komoditas non hidup. Nilai produk perikanan ke Negeri Sakura tersebut mencapai US$ 10.285,55.

Kemudian ke Singapura, telah dilakukan 15 kali pengiriman dengan jumlah sebanyak 2.147,4 kg komoditas non hidup.

"Nilai ekspor ke Singapura pada Februari kemarin mencapai US$ 9.013,22," tutur Hamzah.

Dari sisi komoditas, Hamzah menyebut yang dominan diekspor selama Februari ialah ikan tuna. Dia menegaskan jajarannya akan terus memberikan pelayanan optimal agar pelaku usaha semakin semangat dalam melakukan ekspor.

"Kita akan bekerja maksimal agar komoditas dari Gorontalo semakin mendunia," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menargetkan peningkatan kualitas produk hasil perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021. Dia juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut seperti pembaruan alat pengujian mutu produk.

(ega/ega)