Abaikan Prokes, Antrean Vaksinasi COVID untuk Guru di Polman Berdesakan

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 13:44 WIB
Antrean vaksinasi guru di Polman berdesakan (Abdy/detikcom)
Antrean vaksinasi guru di Polman berdesakan. (Abdy/detikcom)
Polewali Mandar - Vaksinasi COVID-19 untuk guru di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berdesakan dan diwarnai aksi saling dorong. Akibatnya, beberapa guru terpaksa dilarikan ke ruang perawatan khusus lantaran kelelahan.

"Terlalu lama di luar, mungkin jawa tengahnya (lapar) sudah memanggil, ada penyakit bawaan juga, karena terlalu lama di luar berdempetan akhirnya kelelahan," kata Kepala Satpol PP Polewali Mandar, Aco Djalaluddin, kepada wartawan, Kamis (18/03/2021).

Menurut Aco, sejak awal pihaknya telah berupaya mengatur agar proses vaksinasi untuk para tenaga pendidik ini berjalan tertib. Tingginya animo untuk vaksinasi diduga menjadi penyebab banyaknya guru yang nekat mengabaikan protokol kesehatan.

"Tadi pagi, ini kami sudah atur kursi agar guru jaga jarak, 30 kursi dulu masuk, tapi kami kewalahan karena terlalu banyak peserta yang antusias dilayani divaksin untuk hari ini. Beberapa kali saya umumkan di luar dan di dalam untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, bahkan saya larang untuk berfoto, tapi mau diapa karena antusiasnya masyarakat para guru ini yang luar biasa, " ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Andi Nursami Masdar Pasmar mengatakan pihaknya telah mengingatkan para guru untuk mematuhi protokol kesehatan saat vaksinasi berlangsung. Peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Disdik Kabupaten Polewali Mandar.

"Kami sebenarnya tadi sudah menganjurkan untuk jaga jarak, mematuhi protokol kesehatan. Kami akan lakukan evakuasi, insyaallah vaksin berikutnya kami petakan, TK dari jam sekian sampai sekian, SMP jam sekian sampai sekian dan seterusnya, " terang Nursami saat dikonfirmasi terpisah.

Nursami mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi untuk semua guru di Kabupaten Polewali Mandar, yang jumlahnya tidak kurang dari 5.000 orang, dilakukan bertahap. "Untuk hari pertama kita khususkan untuk kecamatan Polewali, di mana kurang lebih sejumlah sejumlah 1.000 orang. Tenaga pendidik di Polewali Mandar itu kurang-lebih 5.000 orang. Setelah hari ini, kami tunggu lagi jadwal dari dinas kesehatan kapan kita dijadwalkan untuk melangkah ke kecamatan lain," pungkasnya.

Salah seorang guru yang enggan disebut namanya menyebutkan kejadian saling berdesakan itu dipicu ketidakjelasan jadwal pelaksanaan vaksinasi.

"Harusnya ada jadwalnya, jam sekian untuk guru SD, jam sekian untuk guru SMP dan seterusnya. Kita menerima surat yang hanya menyebut hari pelaksanaan vaksinasi, " keluh wanita itu. (isa/isa)