ADVERTISEMENT

Peserta Diksar Mapala IAIN Bone Tewas, 16 Panitia Jadi Tersangka

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 10:52 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan 16 orang panitia sebagai tersangka kasus meninggalnya Irsan (19), peserta pendidikan dasar (diksar) mahasiswa pencinta alam (Mapala) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para tersangka telah ditahan penyidik.

"Awalnya kan lima tersangka, kemudian kembali kita tetapkan 11 orang lainnya, jadi sekarang total 16 tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (18/3/2021).

Ardy mengatakan para tersangka itu berinisial SY, FA, SA, TA, AR, SU, AS, AZ, FI, SA, RA, KA, SA, NA, HA, dan YU. Mereka berstatus panitia.

Para tersangka disebut berperan melakukan penganiayaan secara bersama-sama kepada korban. Para tersangka dijerat polisi dengan Pasal 170 KUHP.

"Ancaman hukuman penjara 5 tahun 6 bulan," sebut Ardy.

Sebelumnya, korban mengikuti Diksar Mapala Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone selama tujuh hari. Korban pada Sabtu (13/3) tiba-tiba mengeluhkan sejumlah rasa sakit di tubuhnya.

"Dia pulang Jumat (12/3) malam, nah hari Sabtunya ini korban mengeluh kesakitan," kata AKP Ardy.

Menurutnya, korban sempat dirawat selama dua hari di rumahnya. Namun, pada Senin (15/3), kondisi korban tak kunjung membaik hingga dibawa ke rumah sakit.

"Korban meninggal di rumah sakit," kata Ardy.

Menurut Ardy, penyidik menemukan indikasi kekerasan terhadap korban. Namun Ardy menyebut pihaknya masih perlu mendalami lebih lanjut.

"Kalau kekerasan kita temukan indikasi itu. Tapi ini perlu kami selidiki siapa pelakunya, karena panitia mereka banyak," katanya

Simak juga 'Residivis 'Kolor Ijo' Gorontalo Diringkus Polres Bone Bolango':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/man)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT