Round-Up

Tanda Tanya Gubsu Edy soal TNI 'Pelapis' Polisi Saat Demonstrasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 23:01 WIB
Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi
Gubsu Edy Rahmayadi (Arfah/detikcom)
Jakarta -

Keberadaan prajurit TNI yang langsung ada di belakang polisi saat mengamankan demo dipertanyakan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi. Mantan Pangkostrad itu mempertanyakan siapa yang memberikan komando kepada para prajurit tersebut.

Pernyataan Edy itu disampaikan dalam kegiatan focus group discussion (FGD) bertema 'Pengaruh Politik Identitas terhadap Perkembangan Demokrasi di Indonesia'. FGD digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Medan, Rabu (17/3/2021). Edy mengawali pernyataannya dengan bercerita soal dirinya yang menang 68% saat Pilkada 2018.

"Jadi saya ini dipilih rakyat, sehingga mandat rakyat jelas. Saya 68 persen menang dalam pemilihan Pilkada 2018. Saudara-saudara saya, berjalan sampai kemari, dan berakhir kemarin, berfungsikah saya sesuai amanah rakyat, ini yang saya ingin dikaji," kata Edy dalam sambutannya, Rabu (17/3).

Edy kemudian membahas soal dinamika masyarakat pada Pilpres lalu. Edy menuturkan ada gelombang demonstrasi masyarakat saat Pilpres 2019.

"Pilpres kemarin, perkara itu netral atau tidak netral, bukan hak saya untuk menyampaikan itu. Tapi perlu dikaji, kenapa terjadi gelombang keributan, rakyat melakukan demo segala macam. Berarti something wrong, ada kesalahan di situ," ucapnya.

Dalam kondisi tersebut, sambung Edy, personel Polri dan TNI datang untuk mengamankan lokasi. Namun Edy mempertanyakan alasan prajurit TNI langsung ikut dalam proses pengamanan.

"Yang saya ingin tanyakan kepada Bapak Gubernur (Lemhannas). Begitu terjadi sesuatu, Polri, aparat kepolisian langsung turun ke tempat TKP, dengan langsung di belakangnya TNI, saya mantan TNI, saya tahu itu TNI," ujar Edy.

Simak juga 'Progres TNI Membangun Daerah Tertinggal di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



"TNI turun, yang tadi saya katakan, atas perintah siapa TNI turun?" imbuhnya.

Edy mengatakan turunnya anggota TNI itu tanpa sepengetahuan dirinya sebagai gubernur. Dia mengatakan pengamanan itu tak dikoordinasikan dengan dirinya.

"Baik itu di tempat tempat seperti DPR, ada tempat-tempat demonstrasi di gubernur, tanpa sepengetahuan gubernur yang memegang mandat amanah rakyat," jelasnya.

(knv/rfs)