Nama Kapal Selam Buatan Dalam Negeri KRI Alugoro-405 Diambil dari Pewayangan

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 18:53 WIB
Menhan Prabowo luncurkan kapal selam buatan dalam negeri, KR Alugoro-405
KRI Alugoro-405 diserahterimakan dari Menhan Prabowo Subianto ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: dok. Kemenhan)
Jakarta -

Kapal selam Alugoro-405 atau KRI Alugoro-405 diserahterimakan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. KRI Alugoro-405 merupakan kapal selam pertama buatan dalam negeri, PT PAL Indonesia (Persero), bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan (Korsel).

"Saya yakin suatu saat nanti kapal selam dari planning atau perencanaan, merakit sampai menjadi kapal selam benar-benar hasil karya anak bangsa Indonesia, tanpa campur tangan dari negara asing," kata Prabowo dalam acara serah-terima KRI Alugoro-405 seperti dikutip detikcom dari keterangan tertulis Puspen TNI, Rabu (17/3/2021).

Serah-terima dilakukan di galangan DSME-Okpo Korsel dan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kerja sama antara Korsel dan Indonesia dalam pembuatan kapal selam ini dilakukan sejak 26 Desember 2014 dan peletakan lunas kerja sama pada 30 Mei 2016.

Penamaan Alugoro diambil dari senjata berbentuk gada milik Prabu Baladewa, tokoh wayang yang dikenal adil, tegas, dan jujur. Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan untuk kapal selam yang didatangkan dari Uni Soviet, yaitu KRI Alugoro-406, yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam tipe whiskey class.

Masih berdasarkan keterangan tertulis Puspen TNI, pengiriman section dari Korsel ke Indonesia dilakukan pada 19 Maret-25 Mei 2017. Sementara itu, pemberian nama Alugoro pada 11 April 2019, dan penyerahan ke Kemenhan pada 17 Maret 2021.

Sebelumnya, diberitakan kapal selam Alugoro-405 diluncurkan hari ini oleh Kemenhan. KRI Alugoro-405 akan digunakan pasukan Koarmada II.

Prabowo menilai ini sebagai sejarah karena untuk pertama kalinya PT PAL ikut serta dalam proses produksi kapal selam. Sesuai amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut Prabowo, dirinya telah memerintahkan semua industri pertahanan dalam negeri wajib diikutsertakan dalam proses peremajaan seluruh alat pertahanan negara, dalam rangka rencana strategis modernisasi alutsista. Dia menerangkan banyak alat pertahanan yang sudah berusia sangat tua saat ini, dan sudah saatnya diremajakan.

"Kita harap peran serta, inisiatif, kerja keras teknolog-teknolog kita, sarjana-sarjana kita, cendekiawan kita, dari ahli-ahli kita. Kita harap semua bersatu untuk kerja keras," tandas Prabowo.

(aud/imk)