Sekjen Kemensos Datangi KPK Terkait Penyitaan 1 Brompton dalam Kasus Bansos

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 15:15 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras mendatangi kantor KPK pada siang ini. Kedatangan Hartono ke KPK untuk menemui penyidik terkait penyitaan satu unit sepeda Brompton.

"Sekjen kemensos Hartono Laras, 17/3/2021 hadir di KPK menghadap penyidik dalam rangka penyitaan 1 unit sepeda Brompton yang diberikan oleh tersangka AW (Adi Wahyono)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Ali menyebut uang yang digunakan untuk membeli sepeda tersebut bersumber dari duit suap bansos Corona. Menurut Ali, uang itu diduga berasal dari tersangka Matheus Joko Santoso.

"Uang pembelian sepeda dimaksud diduga berasal dari tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) yang bersumber dari kumpulan para vendor yang mendapatkan proyek pengadaan Bansos tahun anggaran 2020," ucapnya.

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Dari lima yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, hanya Harry dan Ardian yang telah memasuki persidangan. Harry didakwa menyuap Juliari Rp 1,2 miliar dan Ardian IM didakwa memberi suap ke Juliari dkk senilai Rp 1,95 miliar.

(fas/dhn)